Hanura: Ahmad Dhani Berbahaya, Sudahlah Ngurus Musik Saja...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi Ahmad Dhani bersama seniman Ratna Sarumpaet, saat mengikuti diskusi Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik, di Jakarta, 16 Maret 2016. Diskusi tersebut untuk merubah pandangan negatif masyarakat terhadap selebriti, artis, atau seniman yang menjadi politisi atau pejabat yang dianggap tidak ada manfaat, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk terjun ke dunia politik tanpa memandang latar belakang profesi. TEMPO/Imam Sukamto

    Musisi Ahmad Dhani bersama seniman Ratna Sarumpaet, saat mengikuti diskusi Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik, di Jakarta, 16 Maret 2016. Diskusi tersebut untuk merubah pandangan negatif masyarakat terhadap selebriti, artis, atau seniman yang menjadi politisi atau pejabat yang dianggap tidak ada manfaat, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk terjun ke dunia politik tanpa memandang latar belakang profesi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana kasihan terhadap Ahmad Dhani. Ia menilai, Dhani adalah publik figur yang tidak memahami dirinya sendiri. Menurut dia, Dhani lebih baik terus berkarier di dunia musik ketimbang maju dalam pilkada.

    Dadang menuturkan, maju dalam Pilkada DKI memang hak Dhani. Namun hak partai politik juga untuk memilih memberi dukungan. Ia menganggap Dhani tidak didukung rakyat, abu-abu rekam jejaknya, dan diragukan integritasnya.

    "Parpol pun punya hak untuk tidak mendukung dia. Kami tidak ingin dicap sebagai partai sontoloyo," kata Dadang saat dihubungi Tempo, Kamis, 24 Maret 2016.

    Ia pun menampik tuduhan Dhani, yang menyatakan partai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk maju Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 adalah penjilat. Padahal Ahok telah memutuskan maju lewat jalur independen.

    "Jadi kalau Hanura mendukung seseorang, pasti didasarkan pada kualitas dan dukungan rakyat, bukan karena jilat-jilat," ucap Dadang.

    Ia menuturkan, dari pada Dhani sibuk menuding partai-partai sebagai penjilat, lebih baik ia bercermin. "Ia enggak cocok jadi kepala daerah, sudahlah ngurus musik, baru itu tempatnya," ujarnya.

    Dadang juga menganggap Dhani orang yang pola pikirnya primitif dalam berpolitik. Alasannya, Dhani melontarkan isu SARA kepada Ahok. "Itu berbahaya. Ini negara Pancasila. Semua orang punya hak yang sama dan berkedudukan sama pula di depan hukum," ucapnya.

    Ia menambahkan, isu SARA sangat tidak relevan dijadikan komoditas mengkritisi lawan politik. Ia menyebut tindakan itu hal yang tidak kreatif. Dadang menuturkan partainya melihat Ahok dari kemampuan mengelola Jakarta serta sikap tegas dan jujurnya. "Itulah konsekuensi bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat di negara Pancasila yang beragam."

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.