Habiburokhman Gerindra: Ahok Panik karena KTP Tidak Cukup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menyampaikan pidatonya saat Deklarasi dukungan Partai Hanura di Jakarta, 26 Maret 2016. ANTARA FOTO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok menyampaikan pidatonya saat Deklarasi dukungan Partai Hanura di Jakarta, 26 Maret 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman memaklumi berbagai komentar yang dia terima setelah menulis kalimat kontroversial lewat akun Twitter-nya. “Netizen pro-kontra itu wajar, karena bagian dari dinamika politik,” ujar Habiburokhman saat dihubungi Tempo, Minggu, 27 Maret 2016.

    Dalam cuitannya pada Jumat lalu, Habiburokhman menyatakan siap terjun bebas dari puncak Monumen Nasional (Monas) jika relawan Basuki Tjahaja Purnama berhasil mengumpulkan cukup KTP sebagai syarat Ahok maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017. Cuitan tersebut berbunyi, "Saya berani terjun bebas dari puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon."

    BACA: Sebut Siap Terjun dari Puncak Monas, Ini Kata Habiburokhman

    Tak lama setelah cuitan itu muncul bersama sebelas cuitan lain yang juga berkaitan dengan Ahok, berbagai komentar dari netizen muncul. Salah satunya cuitan akun @desita5769 yang berbunyi, “Tak ada yang bisa menantang kehendak Allah. Lebih baik kita jangan mendahulukan-Nya, apalagi untuk bernazar yang tidak masuk akal.”

    Ada pula komentar dengan nada tak puas atas cuitan berani Habiburokhman tersebut, seperti cuitan @Akhyar82: “Mungkin inilah salah satu alasan Anda tak dipercaya di Jawa Barat XII, karena Anda juga tak percaya usaha orang lain.” Habiburokhman memang pernah mencalonkan diri sebagai legislator pada 2014, tapi gagal.

    BACA: Pilkada DKI 2017, Hasnaeni: Dukung Terus, Jangan Goyang

    Menurut Habiburokhman, dia tak berkapasitas mengajarkan etika menulis kepada para pengguna Twitter, tapi dia berniat menghindari munculnya komentar negatif. Dia mengaku sebisa mungkin menghindari caci maki dan rasisme. "Pendukung Ahok pun saudara saya sesama warga Indonesia. Prinsipnya, kita sama-sama mau yang terbaik untuk Jakarta di Indonesia."

    Habiburokhman mengungkapkan alasannya menulis cuitan tersebut. Melihat perkembangan pengumpulannya, ia semakin yakin KTP dukung Ahok memang tidak akan cukup untuk pencalonan. Dia menuturkan jumlah KTP warga Jakarta yang disebut di situs Teman Ahok hanyalah klaim sepihak. Jumlah yang tertera tak disertai daftar nama.

    BACA: Ruhut Sindir Ahmad Dhani: Kodok dan Kecebong Tertawa

    “Jika itu angka benar, pasti Teman Ahok umumkan juga daftar pemberi KTP di website mereka. Apa susahnya bagi mereka mengumumkan nama-nama itu,” ucapnya. Habiburokhman menyebut Ahok semakin sibuk melobi sejumlah partai politik. "Kelihatan sekali dia mulai panik karena tahu KTP tidak akan cukup. Agaknya Teman Ahok cuma dijadikan bargain politik."

    Untuk maju melalui jalur independen, Ahok harus memenuhi syarat dari Komisi Pemilihan Umum DKI, yaitu menggalang dukungan minimal 7,5 persen dari total pemilih tetap. Di DKI Jakarta, jumlah itu setara dengan 532.210 pemilih. Juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, sempat mengatakan pihaknya sudah mengumpulkan 630 ribu KTP per 25 Januari 2016.

    YOHANES PASKALIS

    AHMAD DHANI SERANG AHOK
    Serang Ahok dengan SARA, Ahmad Dhani Diminta Belajar Sejarah

    Hanura: Ahmad Dhani Berbahaya, Sudahlah Ngurus Musik Saja...



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi