Korban Mutilasi Cikupa Diduga Kasir Rumah Makan Padang

Reporter

Tim DVI Polda Metro Jaya mendatangi RSUD Tangerang untuk mengambil sampel DNA wanita hamil korban mutilasi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Tangerang - Identitas wanita hamil yang ditemukan tewas dengan tubuh terpotong-potong di Kampung Talagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang, ternyata satu tempat kerja dengan terduga pelaku pembunuhan sadis itu, AK. Korban diduga bernama Nuri, 23 tahun, yang pernah bekerja sebagai kasir di rumah makan Padang Gumarang, cabang Cibadak, Cikupa, itu. "Agus sebagai kepala warung dan Nuri sebagai kasir," kata Kepala Bagian Manajemen Rumah Makan Gumarang, Wendri, kepada Tempo, Ahad, 17 April 2016.

Menurut Wendri, Nuri dengan ciri-ciri, berparas cantik, menggunakan hijab, kulit putih, dan berambut panjang tersebut, berasal dari Pandeglang, Banten.

Wendri mengatakan hubungan cinta Agus dan Nuri selama ini sama sekali tidak terendus manajemen maupun karyawan di warung makan itu. "Tidak ada yang tahu kalau mereka ada hubungan khusus," katanya.

Menurut Wendri, keduanya pandai menyimpan rahasia hubungan pribadi mereka. "Karena aturan perusahaan tidak boleh karyawan berpacaran, kalau ada yang pacaran pasti dipisahkan dengan cara dipindah ke cabang lain atau dikeluarkan."

Baca Juga: Polisi Kejar AG, Pelaku Mutilasi Wanita Hamil di Cikupa

Menurut Sigit, karyawan rumah makan Padang itu, Agus dan Nuri hampir bersamaan bekerja di rumah makan tersebut. "Agus tujuh bulan yang lalu, Nuri menyusul beberapa bulan kemudian," katanya. Agus, kata dia, mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak yang tinggal di Bogor, Jawa Barat.

Sekitar tiga bulan yang lalu, Nuri dipindahkan ke kantor cabang lain. "Tapi sehari kemudian dia memilih keluar."

Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Irman Sugema tidak menampik jika korban mutilasi itu bernama Nuri. "Masih dugaan," katanya.

Menurut Irman, untuk memastikan diperlukan hasil pemeriksaan ilmiah dari tim forensik, DVI, dan Inafis Polda Metro Jaya. "Agar hasilnya benar-benar valid," kata Irman.

Pada 13 April 2016, sesosok mayat wanita ditemukan dengan kaki dan tangan terpotong di sebuah kamar kontrakan di Telaga Sari, Cikupa. Saat ditemukan, mayat tersebut telah membusuk di dalam plastik berwarna hitam dengan kedua kaki dan tangan sudah terpotong.

JONIANSYAH HARDJONO






Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

56 hari lalu

Prank Paula Verhoeven Korban KDRT Baim Wong, Ternyata buat Konten

Paula Verhoeven dan Baim Wong terancam sanksi penjara akibat melakukan 'prank' dengan menyampaikan pengaduan palsu KDRT.


Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

29 September 2022

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

24 September 2022

KontraS Minta LPSK Segera Beri Bantuan kepada Keluarga Korban Mutilasi di Papua

Pendamping keluarga korban mutilasi Michael Himan mengatakan ia berharap negara melalui LPSK memberikan bantuan terhadap keluarga


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

23 September 2022

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

21 September 2022

6 Temuan Komnas HAM di Kasus Mutilasi Mimika

Komnas HAM mengumumkan temuan awal dalam penyelidikan kasus mutilasi 4 warga sipil di Mimika, Papua.


Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

21 September 2022

Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

Anam bersama timnya melakukan wawancara dalam rangka penyelidikan Komnas HAM di kasus yang menewaskan 4 warga sipil ini.


Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

20 September 2022

Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

Komnas HAM mendorong pendalaman kasus mutilasi di Mimika, Papua ini dengan pendekatan scientific crime investigation khususnya terkait jejak digital.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

20 September 2022

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

20 September 2022

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

20 September 2022

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.