NURI DIMUTILASI: Kisah Dua Cinta Berbuah Nestapa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian menunjukan foto korban mutilasi wanita cantik yang sedang hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 18 April 2016. Pada Rabu (13/04) lalu, polisi mengungkap kasus mutilasi pada wanita cantik yang tengah hamil enam bulan di Cikupa. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Petugas kepolisian menunjukan foto korban mutilasi wanita cantik yang sedang hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 18 April 2016. Pada Rabu (13/04) lalu, polisi mengungkap kasus mutilasi pada wanita cantik yang tengah hamil enam bulan di Cikupa. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Cerita pelarian Kusmayadi alias Agus bin Dulgani tamat sudah. Pria 31 tahun ini akhirnya dibekuk tim gabungan kepolisian di Surabaya setelah sepekan lebih dinyatakan buron. Agus diburu polisi lantaran dituduh bertanggung jawab atas kematian kekasihnya, Nur Atikah alias Nuri, yang mayatnya ditemukan terpotong-potong di rumah kontrakan mereka di Cikupa, Tangerang, Banten.

    Agus dicokok di restoran padang Selera Bundo, Jalan Masrip, Karang Pilang, Surabaya, Rabu, 20 April 2016. "Benar, sudah ditangkap, saat ini menjalani pemeriksaan di Sub Direktorat Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Jatim," kata Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, yang memimpin operasi penangkapan, Kamis, 21 April 2016. Agus sudah diterbangkan ke Jakarta, Kamis ini juga.
    Mayat Nuri ditemukan dengan kaki dan tangan terpotong di kamar kontrakan di Kampung Telaga Sari, Desa Telaga Sari RT 12/RW 01 Kecamatab Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin 13 April 2016. Saat ditemukan mayat tersebut sudah membusuk di dalam plastik warna hitam dengan kedua kaki dan tangan sudah terpisah dari badan. Saat meninggal, Nuri diduga hamil tujuh bulan.

    Baca juga:

    Krisdayanti Kena Candu Bekatul, Ternyata...
    Mengaku Nabi Isa, Nur Tajib Ajarkan Sholat Tak Lazim

    Sebelum mayat Nuri ditemukan, sejumlah kejanggalan dirasakan warga pada Minggu hingga Rabu pagi, 10-13 April 2016. Muplihan, 23 tahun, tetangga kontrakan Nuri, mengaku mendengar sejoli--yang sebelumnya identitas mereka tak diketahui itu--ribut besar. "Suara mereka teriak-teriak kencang dan bunyi barang dibanting," kata Muplihan, Rabu siang, 13 April 2016.

    Sri Wahyuni, pemilik warung makan di depan kontrakan itu, pun merasakan keanehan lantaran sudah empat hari Nuri tidak terlihat. "Biasanya setiap hari membeli makan dan lauk pauk di warung saya," ujarnya. Bahkan, kata Sri, pada Senin, lelaki yang diduga suami korban terlihat berkemas dan mengangkut barang-barang mereka. "Seperti mau pindah kontrakan."

    Rabu pagi, si lelaki, yang belakangan diketahui bernama Agus, datang bersama teman prianya dengan sepeda motor. Keduanya tiba sekitar pukul lima subuh dan bergegas naik ke lantai dua kontrakan itu. "Waktu mau naik tangga, si suami sempat menegur saya, saya enggak curiga apa-apa," kata Wati, pemilik warung bakso di samping kontrakan.

    Menurut Wati, Agus hanya sebentar naik ke atas, dan temannya menunggu. Setelah itu Agus berpamitan dengan pemilik kontrakan yang berjarak dua rumah dari kontrakan Nuri. Sekitar pukul 08.30, Muplihan mencium bau busuk dari kamar kontrakan di sebelahnya. Muplihan segera menyampaikan hal ini kepada warga dan pemilik kontrakan yang dikenal dengan Haji Malik.
    Warga melaporkan keanehan dan bau busuk yang menyengat di rumah kontrakan Haji Malik itu kepada petugas di Kepolisian Sektor Cikupa, Tangerang, Banten. Polisi terpaksa mendobrak membuka kamar kontrakan dan menemukan bungkusan hitam di dalam kamar mandi. Ketika dibuka ternyata isinya mayat Nuri yang sudah membusuk tanpa kaki dan tangan lagi.

    Ketika itu Kepala Polsek Cikupa Komisaris Gunarko mengatakan polisi masih kesulitan mencari identitas wanita korban mutilasi dan lelaki yang diduga suami perempuan malang ini. Polisi menelusuri kampung untuk mengetahui siapa keduanya dan dari mana asalnya. "Ternyata tidak ada yang tahu, bahkan pemilik kontrakan saja tidak tahu," kata Gunarko.

    BACA: Ditemukan Potongan Tangan Diduga Milik Korban Mutilasi
    Misteriusnya kedua orang ini juga diakui warga Kampung Talagasari, RT 12/RW 01, Desa Talagasari, tempat Agus dan Nuri mengontrak selama satu bulan terakhir ini. "Kalau lelakinya jalan sambil menunduk, perempuannya cuma datang ke warung beli makanan dan minuman dan selalu mengenakan jaket menutupi perutnya yang membucit," kata Sri Wahyuni, 42 tahun.

    Rumitnya memecahkan misteri pembunuh Nuri mengundang Polda Metro Jaya turun tangan membantu Polsek Cikupa dan Polres Tangerang. "Kami backup karena Polda Metro  punya kemampuan untuk itu," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di lokasi pembunuhan, Kamis, 14 April 2016.

    Baca juga:

    Krisdayanti Kena Candu Bekatul, Ternyata...
    Mengaku Nabi Isa, Nur Tajib Ajarkan Sholat Tak Lazim


    Perlahan-lahan, misteri identitas korban dan tersangka pembunuhnya terkuak. Polisi mengaku sudah menahan saksi kunci. "Saksi kunci sudah diamankan, inisialnya RI," ujar Krishna. Krishna mengatakan RI, yang juga teman dekat pelaku, berperan membantu membuang potongan tubuh Nuri. "Tapi yang bersangkutan mengaku tak tahu yang dilakukan pelaku dan barang yang dibuang itu."

    Selanjutnya: Enam Saksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.