Jika Yusril Suka Janji, Mamah Dedeh: Pret, Enggak Percaya Gua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mamah Dedeh. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mamah Dedeh. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Da'i kondang Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh melayangkan pesan menohok buat Yusril Ihza Mahendra, yang ingin maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 menantang Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jakarta petahana.

    Tak tanggung-tanggung, pesan itu dilontarkan langsung dalam acara yang juga dihadiri Yusril, yakni Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyad, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pagi ini, Senin, 25 April 2016.

    Menurut Mamah Dedeh, Yusril tidak perlu banyak janji bila menjadi pejabat. "Rakyat bosan banyak janji. Ada yang doa, ‘kuwakafkan tubuh ini buat rakyat’," katanya. "Pret! Enggak percaya gua."

    Mamah Dedeh berpendapat bahwa setiap orang berharap pemimpin yang dekat dengan rakyat karena banyak calon yang ramah pada awalnya saja. "Saya mewakili hati nurani mereka," ucapnya sambil tertawa. Mamah Dedeh lantas memberondong lagi, "Lebay, kata Bang Yusril. Selama ini banyak calon pemimpin ramah tamah, pas jadi pemimpin enggak datang lagi. Catat, mana sekretaris Anda?"

    Baca juga:
    Tamara Bleszynski Bertemu Penjambaknya, Inilah yang Terjadi
    Pamer Pacar Baru, Derby Romero: Aku Pria Paling Beruntung

    Sebelumnya, Yusril mengatakan wajar jika penelitian menyatakan 45 persen warga Jakarta menghendaki pemimpin muslim karena memang mayoritas warga Jakarta beragama Islam. "Masak, saya jadi gubernur di Bali? Pasti orang Hindu yang jadi gubernur. Masak, saya jadi gubernur di Papua? Pasti orang Kristen yang dikehendaki orang Papua," ujarnya dalam pidato.

    Yusril pun menerangkan, di Amerika Serikat—yang sudah 200 tahun merdeka saja, tidak pernah memiliki presiden seorang muslim. Satu-satunya Presiden Amerika yang berasal dari luar Kristen Protestan adalah John F. Kennedy, yang beragama Katolik. Namun, Yusril menuturkan, hal itu bukan berarti tidak menghormati agama lain.

    Yusril mengatakan setiap orang harus menjaga keberadaan tempat ibadah. "Saya insya Allah paham betul, ingin lihat Jakarta damai, lebih islami, bukan berarti tidak hormati agama lain," tutur Yusril.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.