Mamah Dedeh di Depan Yusril: Pret, Enggak Percaya Gua!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, 22 April 2016. Yusril akan menaiki kereta rel listrik (commuter line) dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Universitas Indonesia untuk menjalani serangkaian acara di Universitas Indonesia, Depok. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra tiba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, 22 April 2016. Yusril akan menaiki kereta rel listrik (commuter line) dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Universitas Indonesia untuk menjalani serangkaian acara di Universitas Indonesia, Depok. TEMPO/Nikolaus Harbowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh mengingatkan Yusril Ihza Mahendra yang berniat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah 2017. Menurut Mamah Dedeh, Yusril tidak perlu banyak berjanji bila menjadi pejabat demi merayu pemilihnya.

    "Rakyat bosan banyak janji. Ada yang doa, 'kuwakafkan tubuh ini buat rakyat'. Pret! Enggak percaya gua," kata Dedeh dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2016.

    Dedeh meyakini tiap orang berharap pemimpin yang dekat dengan rakyat. Banyak calon pemimpin yang ramah pada awalnya saja. "Saya mewakili hati nurani mereka," ucap Dedeh sambil tertawa. "Lebay kata Bang Yusril. Selama ini banyak calon pemimpin ramah-tamah, pas jadi pemimpin enggak datang lagi. Catat, mana sekretaris Anda."

    Sebelumnya, saat menghadiri acara yang sama, Yusril mengatakan berdasarkan penelitian, 45 persen warga Jakarta menghendaki pemimpin muslim. Menurut dia, hal itu wajar karena mayoritas warga Jakarta beragama Islam. "Wajar. Masa saya jadi gubernur di Bali? Pasti orang Hindu yang jadi gubernur."

    Yusril mengatakan Amerika Serikat yang sudah 200 tahun merdeka tak pernah memiliki presiden muslim. Bahkan, menurut dia, satu-satunya Presiden AS yang berasal dari luar Kristen adalah John F. Kennedy yang beragama Katolik. "Masa saya jadi gubernur di Papua? Pasti orang Kristen yang dikehendaki orang Papua."

    Namun, Yusril menuturkan, pilihan warga itu bukan berarti tidak menghormati agama lain. Agama lain juga dihormati, dan setiap orang harus menjaga keberadaan tempat ibadah. "Saya insya Allah paham betul, ingin melihat Jakarta damai, lebih islami, bukan berarti tidak hormati agama lain," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.