PerbaikanTrotoar, Ahok: Biar Cewek Bertumit Tinggi Gak Repot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepatu hak tinggi/high heels. Shutterstock.com

    Ilustrasi sepatu hak tinggi/high heels. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan akan membenahi trotoar yang ada di Jakarta. "Memang, tahun ini kita mau kerjain. Di 48 lokasi, kita pengen (trotoar yang baik) kalau ke luar dari stasiun, halte bus," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 25 April 2016.

    Ahok menambahkan, trotoar DKI selain tak ideal, tak lebar, juga tak rata. "Kita gak mau lagi pakai conblock karena kalau cewek yang pakai tumit (sepatu hak) tinggi kan repot. Belum lagi yang disabilitas," katanya.

    Menurut Ahok, tahun ini pemerintah akan memperbaiki seluruh trotoar di Jakarta. "Itu gak cukup lima tahun, kalau seluruh Jakarta. Karena gak pernah dikerjain dari dulu, ngulang-ngulang mulu."

    Sebelumnya, Ahok pernah berujar, penyebab amblesnya trotoar dan jalan di beberapa tempat di Ibu Kota adalah karena kesalahan kontraktor. "Banyak kontraktor abal-abal. Tiap kali gali trotoar dan apa pun, dia enggak pernah isi padat. Main tutup aja," katanya saat ditemui di Balai Kota, Rabu, 11 November 2015.

    Baca: Trotoar Sudirman Ambles, Ahok: Banyak Kontraktor Abal-abal

    Sedangkan untuk trotoar di jalan sempit, Ahok mengatakan jika jalan tak bisa diperlebar maka tempat pejalan kaki dibangun di atas tutup saluran air. Adapun jalan dengan garis sepadan bangunan nol meter sudah ada peraturan gubernurnya.

    "Bangunan di situ depannya langsung boleh buat orang jalan. Misalnya di Glodok, itu kan GSB nol kita kasih, jadi orang jalan di dalam toko," kata Ahok.

    Pada kesempatan lain, Ahok menyatakan, telah memiliki formula untuk memasukkan pengadaan trotoar ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

    AKMAL IHSAN HARIS | JH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.