Mamah Dedeh dan Transkrip Utuh 'Pret, Enggak Percaya Gua'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 25 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh dalam Gema Tabligh Akbar di Yayasan Al-Riyadh, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 25 April 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.COJakarta - Penceramah Dedeh Rosidah alias Mamah Dedeh membantah berita di media online yang menyebutkan dia mengkritik bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra. Saat memberi klarifikasi resminya, Mamah Dedeh tak membolehkan wartawan melontarkan pertanyaan.

    "Tidak diberikan tanya-jawab. Mamah Dedeh hanya memberi klarifikasi pemberitaan di media," kata seorang anggota keluarga Mamah Dedeh dalam jumpa pers yang berlangsung di rumahnya di Jalan Kutilang, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Selasa, 26 Maret 2016.‎

    BACA: Mamah Dedeh di Depan Yusril: Pret, Gak Percaya Gua

    Sebelumnya, di depan sejumlah undangan dan wartawan, Mamah Dedeh mengingatkan Yusril Ihza Mahendra yang berniat menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan 2017. Menurut Mamah Dedeh, mantan Menteri Hukum itu tidak perlu banyak berjanji bila menjadi pejabat demi merayu pemilihnya.

    "Rakyat bosan banyak janji. Ada yang doa, 'kuwakafkan tubuh ini buat rakyat'. Pret! Enggak percaya gua," kata Dedeh dalam acara Gema Tabligh Akbar yang dihelat di Yayasan Al-Riyadh, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 25 April 2016.

    BACA: Mamah Dedeh Klarifikasi Berita 'Pret, Enggak Percaya Gua'

    Untuk memperjelas berita itu, Tempo menurunkan transkrip lengkap isi ceramah Mamah Dedeh dalam acara tabligh akbar tersebut. Petikannya:

    "Bang Yusril kalau Anda jadi pejabat jangan banyak janji dah. Biasa aja kali. Rakyat bosan dijanjiin, Bang. Ada yang doain: kuwakafkan tubuh ini buat rakyat. Pret, kagak percaya gua. Ada enggak yang benar-benar tubuhnya diwakafkan buat rakyat? Kagak tauu, jangan lebay jadi orang. Biasa aja kale....

    Coba kalo gua jadi pemimpin, kalo saya kepilih jadi pemimpin, KTP gratis, KK gratis, sekolah gratis, nikah gratis, bunting gratis (ketawa), sakit gratis, berobat gratis, mati gratis. Biasa aja.

    Saya yakin kita semua berharap pemimpin kita yang dekat dengan rakyat, betul apa betul? Biar kalau kita ada usul dekat dengan rakyat. Karena maaf, Bang. Saya hanya mewakili rakyat, selama ini banyak yang namanya orang-orang mencalonkan diri ramaaah banget.

    Iyah apa iyah? Begitu kepilih jadi pemimpin kagak baik lagi ama kita.
    Kalau Anda suatu saat kepilih karena kami ikut memilih Anda, balik lagi tengokin kita. Siap Anda?

    Saya mewakili hati nurani rakyat, (ketawa) lebay kata Bang Yusril. Karena selama ini banyak calon pemimpin ramah tamah giliran jadi pemimpin enggak datang lagi ye, catat, mana sekretaris Anda."

    FRISKI RIANA | IMAM HAMDI | BC

    BERITA MENARIK
    Air Mata Saidah Tumpah Saat Ngaku Utang Rp 400 Ribu Tebus KTP
    Ketika Jokowi Pilih 'Mundur' Ketimbang Dicecar Panama Papers


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.