Pilkada DKI, Risma dan Ahok Duduk Sebelahan tapi Tak Bicara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuliskan pesan pada dinding di Gang Dolly saat peresmian daerah tersebut menjadi kampung wisata, di Surabaya, 21 Februari 2016. Kampung wisata ini menyediakanberagam wahana wisata. ANTARA/Zabur Karuru

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menuliskan pesan pada dinding di Gang Dolly saat peresmian daerah tersebut menjadi kampung wisata, di Surabaya, 21 Februari 2016. Kampung wisata ini menyediakanberagam wahana wisata. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COJakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang berpeluang bersaing dalam Pilkada DKI pada Februari 2017 bertemu di Istana Kepresidenan hari ini, Senin, 9 Mei 2016.

    Bukan cuma bertemu, bahkan dua calon kompetitor itu duduk bersebelahan. Rapat kabinet terbatas tentang kemudahan berinvestasi (ease of doing business) di Indonesia menjadi alasan perjumpaan itu. 

    Risma di sisi sebelah kanan dan Ahok di sebelah kiri. Namun keduanya tidak berbicara satu sama lain alias sibuk sendiri di ruang rapat dengan meja oval tersebut. Sempat Ahok mencolek Risma karena awak media hendak mengabadikan foto keduanya. "Itu Bu, dicariin wartawan," ujar Ahok. Risma tidak menggubris dan sibuk membaca materi rapat yang dimulai sekitar pukul 15.30 tadi.

    BacaRisma Calon Kuat Penantang Ahok, Petinggi PDIP Buka Rahasia

    Risma hadir dengan balutan kemeja batik lengan panjang berwarna jingga dan jilbab berwarna sama. Sedangkan Ahok memakai kemeja batik lengan panjang warna cokelat. Keduanya duduk bersebelahan di ruang rapat Kabinet Kerja.

    "Karena semuanya hadir, ada Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Surabaya, saya harap hasil rapat hari ini bisa ditindaklanjuti di lapangan," kata Presiden Joko Widodo yang memimpin rapat di Istana Kepresidenan. 

    Setelah acara, Risma berjalan menghindari pers. Baik Ahok maupun Risma enggan memberikan tanggapan soal kemungkinan mereka bersaing dalam Pilkada DKI 2017. Ahok dari jalur independen dan Risma diusung oleh PDI Perjuangan. 

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.