Polisi: Kaus Palu-Arit Kreator Tak Ada Hubungan dengan PKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolsek Metro Kebayoran Baru Ary Purwanto (tengah) beri keterangan mengenai penangkapan dan penyitaan kaos palu arit, keterangan di sampaikan di Polsek Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 8 Mei 2016. Tane Hadiyantono / Tempo

    Kapolsek Metro Kebayoran Baru Ary Purwanto (tengah) beri keterangan mengenai penangkapan dan penyitaan kaos palu arit, keterangan di sampaikan di Polsek Kebayoran Baru, Jakarta, Senin 8 Mei 2016. Tane Hadiyantono / Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Baru Ajun Komisaris Besar Ary Purwanto mengatakan kaus bergambar palu dan arit yang dijual toko More Shop tidak ada hubungannya dengan Partai Komunis Indonesia. Gambar tersebut merupakan poster Kreator, grup musik asal Jerman, yang dibikin saat tur pada 1990.

    Menurut Ary, Mahdi Osmet, pemilik More Shop di Blok M Square, Jakarta, yang ditangkap pada Minggu, 8 Mei 2016, sudah dibebaskan. "Kaus yang dijual sepengetahuan dia adalah atribut grup musik metal dari Jerman," ucap Ary di Polsek Kebayoran Baru, Jakarta, Senin, 9 Mei 2016.

    Penangkapan Mahdi bermula dari informasi yang diterima Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya bahwa telah beredar kaus dengan simbol organisasi terlarang di Indonesia. Mahdi dan rekannya berinisial YS kemudian diamankan di Polsek Kebayoran Baru. Sedangkan sepuluh kaus bergambar palu-arit disita.

    Penahanan Mahdi dan YS berdasarkan Pasal 107 huruf a dan c Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 terkait dengan larangan menyebarkan atau mengembangkan ajaran komunisme atau Marxisme dan Leninisme dengan maksud mengubah atau mengganti Pancasila. Mereka diancam pidana penjara maksimal 15 tahun.

    Berdasarkan pemeriksaan terhadap Mahdi dan penelusuran polisi melalui Internet, diperoleh informasi bahwa gambar dalam kaus tersebut tidak berkaitan dengan PKI. "Awal Mei 2015, dia (Mahdi Ismet) mengambil (kulakan) 60 kaus. Sedangkan yang diamankan sepuluh buah," tutur Ary. Kaus tersebut merupakan produksi Saswco yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.

    Kepolisian, kata Ary, akan terus mencari informasi mengenai penyablon dan distributor kaus itu.  "Kami khawatir kaus ini akan beredar ke tempat lain. Silakan berbisnis, tapi hati hati dalam membuat produk dan menjualbelikan barang," ucap Ary, sembari menuturkan pelaku bisnis sebaiknya teliti terhadap barang dagangan.

    Mahdi dan YS kini bebas kembali. Toko More Shop di Blok M pun sudah beroperasi dan melayani pelanggan.

    TANE HADIYANTONO (MAGANG)

    Baca juga:
    Inilah 5 Hal yang Amat Mengerikan di Balik Tragedi Yuyun dan Feby
    Poster Risma Beredar, Pesaing Berat bagi Ahok? Ini Kata PDIP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.