Ini Dia Wajah Baru Kalijodo Setelah Digusur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalan inspeksi di kawasan Kalijodo, Jakarta, 10 Mei 2016. Pasca penertiban kawasan prostitusi tersebut Pemprov DKI Jakarta akan membangun sejumlah fasilitas umum. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan jalan inspeksi di kawasan Kalijodo, Jakarta, 10 Mei 2016. Pasca penertiban kawasan prostitusi tersebut Pemprov DKI Jakarta akan membangun sejumlah fasilitas umum. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Tak ada lagi puing bekas reruntuhan bangunan bekas pelacuran di Kalijodo, Jakarta Utara. Sejak digusur pada akhir Februari lalu, pemerintah telah membersihkan dan membereskan kawasan seluas 4 hektare itu.

    Lebar Jalan Kepanduan II, yang membelah kompleks prostitusi tersebut, dari semula 4 meter kini menjadi 8 meter sepanjang 700 meter. Pemerintah sedang bersiap membangun taman ramah anak dan ruang terbuka hijau. “Pembangunannya dimulai pada akhir Mei dan selesai akhir tahun ini,” kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Balai Kota seperti dimuat Koran Tempo edisi 11 Mei 2016.

    BACA: Lari dari Kalijodo, 20 Pelacur Belia Tertangkap di Dadap

    Basuki mengatakan Kalijodo akan menjadi kawasan multifungsi. Taman itu bakal dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti area joging, arena bermain anak, amphitheatreskate park, dan jalur sepeda. Ia berharap sederet sarana tersebut bisa membuat Kalijodo menjadi tujuan wisata baru orang Jakarta, seperti pada 1950-an yang menjadi tempat nongkrong anak muda mencari jodoh.

    Anggaran pembangunannya, kata Basuki, berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan properti Sinar Mas Land. Ia memperkirakan nilainya berkisar Rp 50-60 miliar. Tak hanya menggelontorkan uang, Basuki juga meminta Sinar Mas merevitalisasi Kali Krendang di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

    Ahok ingin Kali Krendang, yang berjarak 2,8 kilometer dari Kalijodo, kembali bersih. Air kali itu kini hitam dan bau. “Supaya orang bisa main air di sana,” ujarnya.

    BACA: Kumpulan Berita Penggusuran Kalijodo

    Pembiayaannya berasal dari swasta, menurut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Gamal Sinurat, lantaran pembangunan taman Kalijodo belum dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016. Hanya pemasangan turap dan pembuatan jalan yang dibiayai pemerintah.

    Pemerintah, kata Gamal, lantas menerbitkan imbauan agar perusahaan-perusahaan bersedia mendanai pembuatan taman Kalijodo. Dasar hukumnya adalah Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Gamal mengatakan perwakilan pemerintah dan Sinar Mas Land akan menandatangani surat perjanjian kesepakatan. “Untuk menjamin bahwa mereka berkomitmen,” tutur Gamal.

    BACA: Setelah Digusur, Ini Rencana Ahok untuk Kalijodo

    Setelah dibangun, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ratna Diah Kurniati mengatakan citra Kalijodo yang kumuh dan padat akan hilang. Dari total luas Kalijodo, sekitar 3,5 hektare disulap menjadi taman. Sedangkan sisanya dimanfaatkan sebagai ruang publik terbuka ramah anak.

    Taman itu dilengkapi dengan pengeras suara. Pencahayaannya pun diatur agar selalu terang untuk mencegah tindak kriminal. Dengan begitu, Ratna mengatakan taman bisa dibuka selama 24 jam. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan mendirikan monumen di Kalijodo yang bisa dilihat dari Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta yang melintas di seberangnya. “Dari jalan tol, taman ini akan terlihat menarik,” ucapnya.

    Kesibukan di Kalijodo berbeda dibanding salah satu lokasi gusuran lainnya, yakni Jalan Pasar Ikan di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Pembangunan tanggul di permukiman yang digusur pada 11 April itu justru terhenti. Pemerintah masih menunggu kajian tim ahli bangunan ihwal situs tembok kota yang mengelilingi kawasan tersebut. Tempat ini juga akan dijadikan ruang terbuka hijau, penataan pasar ikan, dan kawasan religi karena ada makam keramat yang dikunjungi banyak orang setiap hari.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.