Pembunuhan Karyawati, Tersangka Pernah Belajar di Pesantren

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenazah Eno Fahira, 18 tahun, korban pembunuhan di sebuah kamar mes karyawati pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Jenazah Eno Fahira, 18 tahun, korban pembunuhan di sebuah kamar mes karyawati pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga RA, remaja 15 tahun yang menjadi tersangka pembunuhan terhadap karyawati pabrik plastik, sama sekali tidak menyangka anak itu bisa terlibat tindak pidana pembunuhan. Apalagi selama ini RA dikenal pendiam dan rajin beribadah.  "Dia dua tahun tinggal di pondok pesantren di Serang, Banten," kata Asiah, 40 tahun,  bibi RA saat ditemui di kediamannya, Selasa, 17 Mei 2016.

    Karyawati pabrik yang dibunuh itu adalah Enno Farihah, 19 tahun. Perempuan itu ditemukan tewas di mesnya pada 13 Mei 2016. Polisi kemudian menangkap dan menetapkan tiga tersangka, yaitu Imam Pariadi, 24 tahun, Rakhmat (20), dan RA.

    Menurut Asiah, RA baru setahun kembali ke rumah orang tuanya di Tangerang. Dia melanjutkan sekolah di SMP Negeri. "Kalau enggak sekolah, seharian hanya mengurung diri di kamar," katanya.

    Baca juga:

    Karyawati Diperkosa & Ditusuk Cangku: Ini SMS Rahasia Berujung Maut
    Menjelang Nikah, Ini Adegan Hot Sandra Dewi dan Calon Suami

    Marwan, paman RA, mengatakan orang tua RA sangat terpukul setelah ia ditangkap polisi. "Ibunya pingsan-pingsan terus. Saya sendiri sempat masuk rumah sakit ketika mendapati keponakan saya ditangkap polisi," kata Marwan. "Sampai sekarang, kami tidak percaya dia bisa melakukan tindakan sekeji itu."

    Menurut Marwan, RA adalah anak pertama dari dua bersaudara. Selama ini, dia mengenal RA sebagai anak yang rajin beribadah dan patuh kepada orang tua. "Enggak pernah mabok, ngerokok, minum kopi juga tidak pernah," ujarnya.

    Baca: Prioritaskan Aturan Hukuman Berat Bagi Begundal Pemerkosa

    Marwan bisa mengetahui keseharian RA karena mereka tinggal berdekatan. Rumahnya hanya berjarak satu bangunan dengan kediaman orang tua RA. Keluarga itu sehari hari membuka usaha warung di depan rumah. Rumah RA terlihat paling bagus dan bersih. Meski berukuran kecil, rumah bercat hitam dan bergaya minimalis itu tertata rapi dan bersih.

    Orang tua RA menghilang setelah penangkapan anak sulungnya tersebut. Pintu rumahnya terkunci rapat. Rolling door warung juga digembok. Menurut Marwan, orang tua RA mengungsi ke rumah keluarga yang berada di luar Tangerang.

    JONIANSYAH HARDJONO


    Baca juga:

    Karyawati Diperkosa & Ditusuk Cangku: Ini SMS Rahasia Berujung Maut
    Karyawati Diperkosa & Ditusuk Gagang Cangkul: Inilah Pemicunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.