Didukung Golkar, Ahok: Seperti Kembali ke Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kanan) disaksikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (ketiga kiri), Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono (kanan), Sekjen Golkar Idrus Marham (kiri) dan Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai dalam musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Golkar DKI Jakarta di Jakarta, 19 Juni 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua kanan) berjabat tangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kanan) disaksikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (ketiga kiri), Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono (kanan), Sekjen Golkar Idrus Marham (kiri) dan Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Yorrys Raweyai dalam musyawarah daerah (Musda) DPD Partai Golkar DKI Jakarta di Jakarta, 19 Juni 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta 2016. Salah satu agenda musda tersebut adalah pernyataan sikap Partai Golkar untuk mendukung Basuki mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta tahun depan.

    Menanggapi dukungan itu, pria yang biasa disapa Ahok tersebut mengatakan senang bisa kembali berada di tengah-tengah Partai Golkar. Sebab, dia pernah menjadi kader partai dan suasana ini membuatnya seperti kembali ke rumah. "Tadi Pak Sekjen, waktu saya salaman sama dia, lalu beliau ngomong apa? Kembali ke kandang, kembali ke rumah," kata Ahok di kompleks DPP Golkar, Ahad, 19 Juni 2016.

    Ahok menceritakan pengalamannya telah dekat dengan Partai Golkar sejak masih kanak-kanak. Bahkan ayah Ahok pernah mendapat penghargaan dari Ketua Umum Partai Golkar pada 1984. Saat itu ayahnya mengenakan batik Golkar bermotif kotak beraksen hitam-putih. 

    Ahok sendiri saat ini sedang berjalan bersama tim relawannya, yakni Teman Ahok, untuk maju lewat jalur perseorangan atau non-partai. Untuk maju lewat jalur perseorangan, Teman Ahok harus mengumpulkan kartu tanda penduduk sebagai bentuk dukungan warga DKI Jakarta.

    Bersamaan dengan itu, setidaknya tiga partai sudah merapat untuk mendukung Ahok kembali mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Tiga partai tersebut adalah Partai NasDem, Hanura, dan yang paling bungsu adalah Partai Golkar. Teman Ahok, kata dia, bersyukur tiga partai itu akhirnya merapat.

    Namun, terkait dengan kendaraan politik yang akan digunakan, Ahok mengatakan masih harus membicarakan hal itu kepada Teman Ahok. Relawannya tersebut, kata Ahok, bersyukur karena ada tiga partai yang mendukung calon pemimpin yang mereka usung. "Teman Ahok mengerti ternyata ada partai yang menyampaikan suara rakyat," ujar Ahok.

    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.