Polisi Sebut Lebih Mudah Mengawasi Sistem Ganjil-Genap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Sudirman, Jakarta, 16 Mei 2016. Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan pemberlakuan penerapan sistem plat nomer ganjil genap. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Sudirman, Jakarta, 16 Mei 2016. Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan pemberlakuan penerapan sistem plat nomer ganjil genap. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mulai pekan depan, Pemerintah DKI Jakarta akan menguji coba pembatasan kendaraan di jalan protokol dengan sistem ganjil-genap. Masih banyak pro dan kontra atas rencana penerapan sistem yang menggantikan 3 in 1 tersebut.

    Namun polisi mengatakan lebih mudah memantau sistem ganjil-genap ketimbang 3 in 1.Pasalnya, pemantauan yang dilakukan mudah terlihat dengan kasatmata.

    "Kalau 3 in 1 kan harus buka kaca. Kalau kacanya gelap, harus dibuka, kalau ganjil-genap secara kasatmata terlihat pelatnya ganjil atau genap," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 22 Juli 2016.

    Awi menambahkan, selama satu bulan masa uji coba kebijakan ini, pihaknya tidak menemukan dampak sosial. Ia bahkan menilai kebijakan ini bisa mengurangi kemacetan hingga hampir 50 persen. "Sementara menunggu ERP, kebijakan ini tepat," katanya.

    Awi juga menuturkan, pihaknya optimistis pada masa mendatang kemacetan akan teratasi, terlebih jika sistem ERP telah berjalan.

    Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana mengatakan penerapan sistem ganjil-genap belum tepat. Menurut dia, hal ini dapat terjadi karena aspek sanksi serta pengawasan dari Dinas Perhubungan belum dirumuskan dengan baik.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.