Maju Lewat Parpol, Spanduk Tolak Ahok Bermunculan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banner penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat di jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, 28 Juli 2016. Banner ini muncul tak lama setelah Basuki mengumumkan maju lewat jalur Parpol di Pilkada DKI 2017 mendatang. Tempo/Egi Adyatama

    Banner penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat di jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, 28 Juli 2016. Banner ini muncul tak lama setelah Basuki mengumumkan maju lewat jalur Parpol di Pilkada DKI 2017 mendatang. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Spanduk penolakan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mulai menyebar di beberapa titik di Ibu Kota, Kamis, 28 Juli 2016. Ahok, sapaan Basuki, tadi malam memutuskan untuk maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2017 lewat dukungan partai politik.

    Di persimpangan Jalan Raya Pos Pengumben-Jalan Panjang, Permata Hijau, Jakarta Barat, ada spanduk dipasang tak jauh dari halte Transjakarta bertulisan, "Ahok Tukang Gusur, Jokowi Jangan Dukung Musuh Rakyat."

    Di perempatan Jalan Kelapa Dua, Pos Pengumben, spanduk serupa juga terlihat di dua lokasi lain di Jalan Raya Pos Pengumben. Sedangkan spanduk di perempatan Jalan Kelapa Dua tertulis, "Jokowi Yes, Risma Yes, Ahok No." Dukungan dalam pesan tersebut, justru ditujukan bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang belakangan santer disebut lawan terkuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

    "Itu baru banget dipasang. Tadi malam saya pulang, belum ada," kata Mujiono, karyawan bengkel di dekat lokasi pemasangan spanduk.

    Baca:
    Ahok Pilih Jalur Partai, Pendukung: Kayak Orang Haus Jabatan
    Kenapa Ahok Akhirnya Pilih Jalur Partai di Pilkada DKI?
    Teman Ahok Sebut 1 Juta KTP Tidak Percuma

    Mujiono menerangkan, dia pulang ke rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB tadi malam dan tak melihat ada spanduk tersebut. Namun, saat ia datang tadi pagi pukul 06.00, banner sudah terpasang di depan sebuah lahan kosong di sebelah bengkel tempat dia bekerja. Tulisan "Jokowi Yes, Risma Yes, Ahok No" menjadi kalimat yang tertera di banner berlatar belakang putih tersebut.

    Pada spanduk-spanduk itu tak tertera nama kelompok yang memasang. Pun tak ada keterangan izin pemasangan spanduk itu di sana.

    Rabu, 27 Juli 2016, Ahok mengumumkan pencalonannya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta di pilkada 2017. Bedanya, Ahok memutuskan untuk maju lewat jalur dukungan partai politik. Padahal sejak setahun lalu, ramai dukungan bagi mantan Bupati Belitung Timur itu untuk maju secara independen.

    Kelompok Teman Ahok pun dibentuk dalam rangka dukungan itu. Hingga pada Juni lalu, Teman Ahok mengklaim telah mengumpulkan 1 juta KTP warga DKI demi mengusung Ahok sebagai calon perorangan. Namun, belakangan Ahok menyatakan akan maju via partai politik setelah mendapat dukungan dari Partai Hanura, NasDem, dan Partai Golkar. (BacaAhok Segera Temui Megawati Bicarakan Pilkada DKI)

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...