Ahok Diminta Jelaskan Apa yang Salah dengan 1 Juta KTP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon gubernur DKI Jakarta independen, Ahmad Taufik. TEMPO/Jobpie Sugiharto

    Bakal calon gubernur DKI Jakarta independen, Ahmad Taufik. TEMPO/Jobpie Sugiharto

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Gubernur Jakarta dari jalur perorangan, Ahmad Taufik, meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjelaskan lebih gamblang kepada publik mengenai alasan tidak menggunakan dukungan 1 juta warga Jakarta.

    “Apa yang salah dengan satu juta KTP yang telah dia kumpulkan?” kata Taufik kepada Tempo hari ini, 28 Juli 2016.

    Menurut Taufik, Ahok dan Teman Ahok belum menerangkan apa kelemahan 1 juta dukungan itu sehingga akhirnya memilih maju lewat jalur partai politik. Yang dijelaskan selama ini adalah kelebihan lewat jalur partai dan menghargai dukungan partai-partai.

    Baca:
    Ahmad Taufik Terima Limpahan 1 Juta KTP Eks Ahok
    Pilgub DKI Jakarta, Ahok Putuskan Maju Lewat Jalur Partai
    Maju Lewat Parpol, Spanduk Tolak Ahok Bermunculan

    Dia mempertanyakan apakah satu juta kartu tanda penduduk itu bodong atau cacat dalam proses pengumpulan atau takut dijegal dalam pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta sehingga harus lewat partai. “Ketakutan dijegal pun harus disertai data bahwa memang benar akan ada penjegalan.”

    Taufik mengatakan, di dalam 1 juta kartu tanda penduduk dukungan warga Jakarta itu terdapat amanah yang harus dijaga. Jika terpaksa janji tak bisa dilaksanakan, mesti ada komunikasi dalam proses politik untuk memberikan pengertian kepada pendukung. Toh, ketika mencari dukungan, komunikasi dan proses politik dilakukan.

    Baca:
    Ahok Pilih Jalur Partai, Pendukung: Kayak Orang Haus Jabatan
    Kenapa Ahok Akhirnya Pilih Jalur Partai di Pilkada DKI?

    Taufik juga mempertanyakan, mau dibawa ke mana 1 juta pendukung Ahok untuk maju sebagai calon perorangan tadi. “Maka kami menerima dengan tangan terbuka dukungan mereka. Kami calon perorangan asli,” ujarnya.

    Pasangan Ahmad Taufik-Mujtahid Hashem (Atemas) mendeklarasikan niat maju lewat jalur perorangan di perkampungan Petamburan, Tanah Abang, kampung halaman Ahmad Taufik, pada Ahad, 13 Maret 2016. "Kami baru memulai, tapi kami sudah punya jaringan di seluruh Jakarta, dari jaringan aktivis juga. Semoga Juni terkumpul," kata Mujtahid dalam deklarasi itu.

    JOBPIE SUGIHARTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...