Razia Taksi Online, Dinas Perhubungan Kandangkan 11 Mobil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Taksi dan jaringan sinyal di telepon genggam pintar. dok/shutterstock KOMUNIKA ONLINE

    Ilustrasi - Taksi dan jaringan sinyal di telepon genggam pintar. dok/shutterstock KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.COJakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan operasi penertiban taksi online berbasis aplikasi. Dalam operasi yang dilakukan pada Sabtu, 30 Juli 2016, ini, ada 11 kendaraan taksi online yang dikandangkan Dinas Perhubungan DKI.

    “Hal ini dilakukan dalam rangka penertiban aturan yang ada,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah kepada Tempo saat dihubungi, Minggu, 31 Juli 2016.

    Penertiban itu mengandangkan 11 mobil. Penertiban ini dilakukan di Mal Kelapa Gading, Mall of Indonesia Kelapa Gading, Matraman, Cempaka Mas, serta Jalan Pemuda.

    Andri menjelaskan, sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan para pengelola taksi online berbasis aplikasi, seperti GrabCar, Go-Car, dan Uber, tentang pengoperasian taksi-taksi online itu. Kesepakatan tersebut menyatakan kendaraan-kendaraan yang beroperasi harus sudah mendapatkan izin dan menjalani uji kir.

    Kendaraan yang belum memiliki izin dan menjalani uji kir belum bisa beroperasi. Menurut Andri, sejumlah kendaraan taksi online memang sudah melakukannya, tapi masih ada yang belum. “Masih banyak yang mengoperasikan (belum ada izin dan uji kir),” tuturnya.

    Kepala Sub-Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto, ketika dihubungi, mengatakan pihaknya hanya mendampingi pihak Dinas Perhubungan. “Karena, kan, memang harus didampingi,” ucapnya.

    Budiyanto menuturkan yang melakukan penilangan pun adalah pihak Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Mengenai penilangan ini, Budiyanto mengatakan pihak pengelola taksi online sudah diimbau melakukan perizinan.

    Kendaraan-kendaraan yang terjaring penertiban ini untuk sementara dikandangkan di Pulogebang, Jakarta Timur. Inilah daftar kendaraan yang ditahan.

    1. Toyota Avanza putih B-1303-EON (Go-Car)
    2. Toyota Avanza putih B-1613 (GrabCar)
    3. Toyota Avanza putih B-1160-PYG (GrabCar)
    4. Datsun B-2698-BFX (GrabCar)
    5. Toyota Avanza hitam B-1399-SYA (GrabCar)
    6. Toyota Avanza hitam B-1333-KEJ (Uber)
    7. Toyota Avanza putih B-1674-PYN
    8. Daihastu Ayla putih B-1446-PZQ (GrabCar)
    9. Honda Brio putih B-1045-KRY (GrabCar)
    10. Daihatsu Xenia B-1781-NL (GrabCar)
    11. Daihatsu Terios putih B-1805-KZA (GrabCar)

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.