Polisi Periksa Lagi Kawan-kawan Akseyna, Ada Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengevakuasi mayat Akseyna Ahad Dori dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, 26 Maret 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi mengevakuasi mayat Akseyna Ahad Dori dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, 26 Maret 2015. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.COJakarta - Polisi memeriksa ulang keterangan para saksi dalam kasus kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori. Saksi-saksi yang dipanggil antara lain kawan-kawan Akseyna. "Hari ini penyidik memanggil Pras, teman satu fakultas Akseyna," kata Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, Rabu, 31 Agustus 2016.

    Sebelumnya, kata Awi, penyidik sudah lebih dulu memeriksa teman dekat Akseyna bernama Djibril. Keterangan mereka diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil penyelidikan yang sebelumnya sudah dikantongi polisi. 

    Baca: Berawal dari Danau Kenanga UI, Kasus Akseyna Didalami Lagi

    Menurut Awi, selain teman-teman Akseyna, penyidik sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap penjaga kos, Edi Sukardi. "Rencananya, besok, 1 September, Pak Edi akan diperiksa," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F. Kurniawan mengatakan pihaknya terus menyelidiki kematian Akseyna yang hingga kini belum menemui titik terang. Ia mengaku terus intens mencari keterangan saksi dan alat bukti agar kasus ini bisa segera diungkap.

    Akseyna adalah mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Jasadnya ditemukan mengambang di Danau Kenangan UI pada 26 Maret 2015.

    Awalnya, diduga Akseyna tewas bunuh diri. Belakangan, polisi menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa pemuda itu dibunuh. Namun, hingga setahun berlalu, bukti-bukti yang ditemukan tidak kunjung mengarah kepada pelaku. Kematian Akseyna pun tetap menjadi misteri.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.