Pakar Patologi Duga Mirna Meninggal Akibat Sakit Jantung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolase Wayan Mirna Salihin. Sumber: Facebook

    Kolase Wayan Mirna Salihin. Sumber: Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar patologi forensik berkebangsaan Australia, Beng Beng Ong, dalam persidangan mengungkapkan dugaan bahwa Wayan Mirna Salihin meninggal akibat penyakit jantung.

    "Saya menduga karena penyakit jantung, adanya ketidaknormalan (abnormalitas) pasokan darah ke jantung. Namun, saya tidak bisa pastikan penyebabnya," ujar Beng Beng Ong di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa dini hari, 6 September 2016.

    Beng Beng Ong dihadirkan sebagai saksi ahli meringankan untuk Jessica Kumala Wongso, terdakwa dalam kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin yang diduga akibat kopi bersianida.

    Dosen senior di Universitas Queensland ini melanjutkan, kematian alamiah tidak bisa dikesampingkan begitu saja dalam kasus Mirna karena usia korban masih muda.

    Dari pengalaman Beng Beng Ong sebagai patologi forensik, cukup banyak orang berusia muda mengalami kematian mendadak.

    "Penyebab umumnya adalah gangguan jantung, bisa karena genetika yang mengakibatkan ketidaknormalan kondisi jantung. Selain itu ada embolisme paru-paru dan kadang-kadang penyebab lainnya adalah ayan atau kejang-kejang, juga gangguan pada kelenjar endokrin yaitu kekurangan hormon adrenalin yang menyebabkan korban 'shock' dan dapat meninggal dunia," kata Beng Beng Ong.

    Pakar patologi ini meyakini Mirna tidak meninggal karena sianida, melainkan karena "sesuatu yang tidak bisa dipastikan".

    Baca juga: Saksi: Curiga Diracun, Keluarga Minta Sampel Lambung Mirna  

    Beng Beng Ong mengatakan penyebab kematian bisa ditemukan jika otopsi dan pengambilan sampel dilakukan secepat mungkin, tidak menunggu tiga hari setelah meninggal.

    Selain itu, hasil pemeriksaan toksikologi juga tidak mendukung dugaan kematian karena sianida tidak ditemukan di hati, empedu, dan urine, hanya ada di lambung. Sebab, menurut dia, jika sengaja dimasukkan ke tubuh melalui pencernaan, sianida dalam jumlah besar pasti akan tertinggal di semua organ dalam vital.

    Wayan Mirna Salihin tewas pada Rabu, 6 Januari 2016, di Kafe Olivier, Mal Grand Indonesia, Jakarta. Korban diduga meregang nyawa akibat menenggak Es Kopi Vietnam mengandung sianida, yang dipesan oleh temannya, terdakwa Jessica Kumala Wongso.

    Baca juga:

    Ini Penjelasan Bahwa Mirna Tewas Bukan karena Sianida
    A
    hok Minta Foke Juga Diperiksa dalam Kasus Raperda Reklamasi

    Pada sidang kemarin, giliran kuasa hukum Jessica yang mendatangkan saksi ahli untuk meringankan terdakwa Jessica. Pada Agustus lalu, tim dari jaksa penuntut umum telah mendatangkan juga saksi ahli toksikologi. Namun, hasilnya menunjukan Jessica tewas karena sianida.

    Sidang lanjutan kematian Wayan Mirna Salihin kemarin, Senin, 5 September 2016 berlangsung hingga lewat tengah malam, Selasa, 6 September 2016. Perdebatan mengenai jalannya sidang yang terhitung lama, sempat mencuat di tengah persidangan.

    Sidang sendiri seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB, namun tertunda hingga pukul 15.30 WIB. Sidang dilaksanakan di ruang Koesoemah Atmadja 1 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    ANTARA | EGI ADYATAMA


    Baca juga: Heboh Soal Pizza: Inilah 3 Hal Aneh Sekaligus Merisaukan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.