Masjid Istiqlal Antar Langsung Daging Kurban ke Masyarakat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre saat pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, (27/10). Ribuan warga rela antre dari pukul 3 pagi untuk mendapatkan daging kurban seberat satu kilogram. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Warga antre saat pembagian daging kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, (27/10). Ribuan warga rela antre dari pukul 3 pagi untuk mendapatkan daging kurban seberat satu kilogram. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan distribusi hewan kurban dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 Hijriah akan dilakukan sama seperti tahun lalu. Pihak panitia akan menyerahkan secara langsung kantong-kantong berisi daging ke rumah-rumah masyarakat yang berhak menerima daging kurban.

    "Sehingga, kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak usah ke Istiqlal untuk mendapatkan daging," kata Abu di Masjid Istiqlal, Ahad, 11 September 2016.

    Abu memprediksikan sekitar 6.000 kantong daging akan diserahkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Masjid Istiqlal, seperti wilayah Pasar Baru, Juanda, Kemayoran, Pasar Senen, Sawah Besar, dan sekitarnya. Jika seluruh kantong daging sudah mencukupi, panitia akan menjangkau ke daerah yang lebih jauh.

    "Kami prioritaskan kepada masyarakat yang bertetangga langsung dengan Istiqlal. Kami sudah mendata masyarakat yang berhak menerima daging hewan kurban," kata Abu.

    Abu mengatakan penyembelihan hewan kurban tidak akan dilakukan siang hari, melainkan akan dilakukan pada malam hari. Adapun saat penyembelihan, Masjid Istiqlal akan bekerja sama dengan rumah potong hewan yang berada di Cakung, Jakarta Timur. "Mereka kami undang untuk menyembelih dan menguliti hewan kurban," kata Abu.

    Penyembelihan dan pemotongan hewan kurban dilakukan pada malam hari dilakukan dengan alasan kesehatan dan keamanan. Mengingat, pada siang hari cuaca masih terik dan masih banyak masyarakat yang berlalu-lalang di area sekitar masjid.

    Setelah dipotong, dokter hewan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan memeriksa jeroan, seperti usus, hati, paru-paru, jantung, dan lainnya. Abu mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan daging kurban bisa dikonsumsi dengan aman. "Kami akan periksa apakah ada penyakit atau tidak dalam hewan tersebut," kata Abu.

    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.