Bukti Sianidia di Gelas Mirna, Ahli: Hirup Saja Bisa Mati!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Jessica Kumala Wongso (kiri) berbincang dengan kuasa hukum Otto Hasibuan, dalam sidang pembunuhan Wayan Mirna Solihin di PN Jakarta Pusat, 7 Agustus 2016. Dalam sidang ini dihadirkan sejumlah saksi yang meringankan terdakwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa Jessica Kumala Wongso (kiri) berbincang dengan kuasa hukum Otto Hasibuan, dalam sidang pembunuhan Wayan Mirna Solihin di PN Jakarta Pusat, 7 Agustus 2016. Dalam sidang ini dihadirkan sejumlah saksi yang meringankan terdakwa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli Toksikologi kimia dari Universitas Indonesia, Budiawan mempertanyakan validitas pemeriksaan barang bukti dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Budi yang didatangkan oleh kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, menyebut barang bukti yang diambil dari TKP pembunuhan Mirna, tidak mempunyai data pembanding.

    "Di mana pun, yang seperti ini tak hanya satu lab, harus ada pembandingnya," kata Budiawan saat memberikan keterangan di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 14 September 2016.

    Budi mengatakan pemeriksaan  terhadap jenazah Mirna hanya dilakukan di satu laboratorium saja. Adapun barang bukti yang dimaksud adalah barang bukti kesatu yakni 7.400 miligram per liter sianida dalam kopi di gelas. Sedangkan barang bukti kedua adalah 7.900 miligram per liter sianida dalam kopi di botol.

    Baca juga:
    Dugaan Pencabulan Gatot: Reza Artamevia Bisa Terseret?
    Ada Cinta Terlarang Sama Raffi? Ini Pengakuan Ayu Ting Ting

    Budi menambahkan pengujian pembanding bisa memberikan hasil yang bisa jadi berbeda. "Butuh reference standard untuk menguji validasi metode, yaitu keyakinan kami (penguji/ahli) terhadap metode yang kami gunakan, apakah benar atau tidak."

    Budi juga mempertanyakan 7.400 miligram  per liter sianida ada di gelas kopi yang ditenggak Wayan Mirna Salihin sesuai BAP. Bila  hal itu benar terjadi, maka seharusnya semua orang yang ada dekat dengan Mirna  di Kafe Olivier, Jakarta Pusat saat kejadian ikut terkena dampak siandia.

    "Harusnya, bau gasnya kemana-mana. Dan ada potensi orang yang hirup bisa mati, karena maksimal 4,4 mg perliter saja orang sudah harus dievakuasi," ucap Budi.

    Simak: Ahli Racun UI Yakin Kematian Mirna Bukan karena Sianida

    Mirna tewas setelah meminum es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada Januari lalu. Mirna diduga dibunuh dengan cara diracun menggunakan sianida melalui kopi yang ia minum.

    Jessica Kumala Wongso, teman Mirna yang saat itu ada di lokasi, menjadi terdakwa pembunuh Mirna.

    EGI ADYATAMA

    Baca juga:
    Raffi Ahmad Bengep, Dipukuli Karena Kencani Ayu Ting Ting?
    Lagi, Korban Laporkan Gatot: Sicecoki Sabu, Lalu Bercinta?

     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.