Kantongi 3 Suara Parpol, Yusril Pede Aja Maju di Pilkada DKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menghadiri acara pelantikan dan deklarasi jaringan relawan pendukung, Duta Yusril, di Jakarta, 16 September 2016. Duta Yusril siap memenangkan Yusril Ihza Mahendra menjadi Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra menghadiri acara pelantikan dan deklarasi jaringan relawan pendukung, Duta Yusril, di Jakarta, 16 September 2016. Duta Yusril siap memenangkan Yusril Ihza Mahendra menjadi Gubernur DKI Jakarta. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, merasa cukup percaya diri untuk maju di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada Februari 2017.

    Saat menghadiri rapat akbar Forum RT/RW DKI Jakarta dengan tema memilih pemimpin santun dan prorakyat, Yusril mengatakan telah mengantongi suara dari tiga partai politik.

    "Tadi pagi saya sudah menjalin komunikasi dengan Pak Muhaimin Iskandar (Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa) dan Pak Rommy (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy). Insya Allah beliau masih teguh pendiriannya memberikan dukungan," kata Yusril dalam diskusi yang digelar di Pasar Permai, Jakarta Utara, Minggu, 18 September 2016.

    Baca juga: Berkaca pada Pilkada Jakarta 2012, Jimly: Jangan Percaya Survei

    Selain kedua partai itu, Yusril mengatakan telah berkomunikasi dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat. Dengan adanya dukungan ini, Yusril mengaku cukup percaya diri untuk maju, meski belum secara resmi diusung partai mana pun.

    "Apabila partai-partai telah mencalonkan dan resmi mengusung, saya yakin elektabilitas kami akan menguat," katanya.

    Baca lainnya: Rachmawati: Saya Tak Mau Gubernur yang Berpihak ke Cukong

    Yusril juga mengatakan saat ini hasil survei dari beberapa lembaga telah menunjukkan hasil yang lumayan. Dengan hanya tinggal menunggu pencalonan resmi dari partai, kata dia, posisi dia di masyarakat juga akan semakin menguat. "Sekarang ini kan banyak orang ragu-ragu akan nyalon atau tidak," katanya.

    Pilkada DKI Jakarta akan dilangsungkan pada Februari 2017. Gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sudah digadang-gadang akan maju kembali. Ia telah mendapat dukungan dari tiga partai, yakni Golkar, Hanura, dan NasDem.

    Baca: Pilkada DKI: Bungkamnya Rizal Ramli dan Misteri Pencalonannya

    EGI ADYATAMA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.