Perang Pilkada di Dunia Maya: Percakapan Soal Ahok Dominan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mampir ke launching Teman Ahok #Tetap Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, 1 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat mampir ke launching Teman Ahok #Tetap Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta, 1 Oktober 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejak 23 September lalu hingga kemarin, tercatat 243 ribu percakapan di media sosial mengenai tiga pasangan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memimpin dengan 146 ribu percakapan, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 62 ribu percakapan, dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan 35 ribu percakapan.

    Baca juga:
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah
    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Ini 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI

    Pendiri PoliticaWave, Yose Rizal, mengatakan tiap percakapan mengandung sentimen berupa persepsi netizen terhadap pasangan calon. Dalam hal ini, Basuki-Djarot masih memimpin dengan selisih sentimen positif dan negatif 7.078 percakapan. Lalu pasangan Agus-Sylviana sebesar 6.207. Sedangkan Anies-Sandi sebanyak 2.981 percakapan.

    Media sosial, kata Yose, berperan signifikan dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Ia memprediksi kampanye digital dalam pemilihan umum kali ini bakal lebih meriah ketimbang pemilihan pada 2012. “Media sosial kini menjadi sarana vital untuk menjangkau warga Jakarta,” kata dia,  4 Oktober 2016.

    Perang di media sosial itu mulai muncul dengan banyaknya serangan ke calon tertentu. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok banyak diserang soal kebijakan penggusurannya. Tapi pendukungnya membelanya.

    “Mengapa media tidak perbanyak berita tentang relokasi? Kenapa justru penggusuran. Sehingga seolah-olah mau menggiring opini seakan-akan Ahok tukang gusur,” begitu cuitan akun @Yaptosyam di Twitter.

    Selanjutnya: Anies juga dikritik...


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi