DPRD Adu Protes Soal Anggaran DKI, Djarot Saiful Tertidur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Cagub dan Cawagub Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, usai menjalani tes psikologi di Rumah Sakit Mintohardjo, Jakarta Pusat, 25 September 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Bakal Cagub dan Cawagub Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, usai menjalani tes psikologi di Rumah Sakit Mintohardjo, Jakarta Pusat, 25 September 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.COJakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tertidur saat sidang paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dengan agenda pemaparan pandangan umum setiap fraksi, Rabu, 5 Oktober 2016.

    Agenda rapat itu terkait dengan Rancangan Peraturan Daerah DKI tentang Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

    Baca Juga
    Terungkap: Dalih Tersangka Penayang Video Hot di Papan Iklan
    Inilah Daftar Konglomerat Kakap Peserta Tax Amnesty

     Djarot terkantuk-kantuk saat duduk di meja samping pimpinan sidang. Dia tampak menopangkan dagu. Sesekali ia tampak kaget saat terbangun. Rapat terus berjalan saat ia tertidur. Perwakilan fraksi membacakan pandangan umum terkait dengan APBD-P yang turun dari Rp 67,1 triliun menjadi Rp 62,9 triliun.

    Sebagian besar fraksi memprotes penurunan APBD-P DKI Jakarta. Djarot tak merespons, ia masih tertidur. Dia tertidur selama 30 menit. "Pemerintah kurang memprioritaskan program kesejahteraan rakyat kecil," kata perwakilan Fraksi DPD PAN dan Demokrat, Neneng Hasanah, di dalam forum.

    Selain Neneng, ada sejumlah anggota lain yang mengkritik kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Rata-rata para anggota Dewan meminta agar pemerintah DKI Jakarta menjelaskannya. Hal ini terkait dengan pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu yang menjelaskan penurunan APBD-P DKI Jakarta 2016.

    Sidang tersebut hanya dihadiri beberapa anggota Dewan. Ada juga beberapa anggota Dewan yang tertidur saat sidang. Sebagian besar dari mereka tidak hadir, termasuk Prasetio Edi Marsudi (PDIP), Abraham Lunggana (PPP), dan sejumlah tokoh lain. Sampai berita ini ditulis, sidang masih berlangsung.

    AVIT HIDAYAT

    Baca juga:
    Keterpilihan Ahok Anjlok: Tiga Catatan Menarik & Mengejutkan
    Heboih  Manifesto Komunis: Polisi Gegabah Sita Buku Malaysia

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.