Dukun Anton Peragakan 33 Adegan Pembunuhan dengan Kopi Sianida

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prarekonstruksi pembunuhan dua korban dukun anton. TEMPO/Kristina

    Prarekonstruksi pembunuhan dua korban dukun anton. TEMPO/Kristina

    TEMPO.CO, Depok - Kepolisian Resor Kota Depok melakukan prarekonstruksi pembunuhan terhadap dua pemuda yang dilakukan oleh dukun abal-abal Anton Hardianto alias Aji, Selasa, 10 Oktober 2016. Dalam prarekonstruksi tersebut Anton memperagakan 33 adegan pembunuhan Ahmad Sanusi dan Shendy Eko Budianto dengan kopi yang dicampur potasium sianida.

    Kepala Sub-Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Firdaus mengatakan prarekonstruksi dilakukan dari rumah tempat Anton tinggal sampai ke lokasi pembunuhan di lahan kosong Kampung Serab, Sukmajaya. "Kami juga melakukan prarekonstruksi di tempat dia memesan kopi dan membuang mayat korbannya," kata Firdaus.

    Prarekonstruksi dilakukan untuk memperjelas keterangan tersangka saat melakukan pembunuhan. Pembunuhan yang dilakukan Anton telah direncanakan sebelumnya karena tersangka telah menyiapkan potasium sianida untuk meracuni kedua korbannya.

    Anton meracuni korbannya di lapangan Kampung Serab. Saat itu, Anton meminta kedua korban menuangkan kopi yang telah dia beli ke dalam gelas plastik. Saat itu, ada tiga kopi untuk dia dan kedua korbannya.

    Setelah kopi dituangkan, kedua korban diminta menjauh dari tersangka. Nah, saat menjauh, tersangka menuangkan potasium yang sudah dilarutkannya, yang berada di dalam botol, yang disimpan di dalam ban. "Dua gelas dicampur sianida sama Anton."

    Setelah kedua korban mendekat, Anton meminta Sanusi dan Shendy meminum kopi yang sudah diberi racun. Tapi, kata dia, Sanusi sempat curiga. Sanusi mempertanyakan aroma kopi yang berbeda dibanding biasanya.

    Sanusi sempat bertanya kepada Anton, "Bau apa ini, Mas." Dan tersangka Anton menjawab, "Tidak ada apa-apa."

    Sejurus kemudian, Sanusi meminta kopinya dicampur dengan kopi Shendy. "Biar adil, kopinya dicampus saja, kalau rasanya pahit, pahit semua, kalau manis, manis semua," ucap Sanusi.

    Setelah dicampur, mereka meminum kopi yang diminta dan, hanya dalam waktu satu menit, kedua korban terkapar. "Keduanya tumbang. Shendy langsung kejang-kejang."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.