Anies Baswedan Bantah Sudutkan Ahok Soal Polemik Al-Maidah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga saat blusukan di  Kampung Guji Baru yang terletak di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jumat 7 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    Bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berdialog dengan warga saat blusukan di Kampung Guji Baru yang terletak di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jumat 7 Oktober 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan bahwa dia tidak pernah menyerang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Mengenai polemik Surat Al-Maidah 51, Anies menyayangkan pernyataan Ahok yang mengutip ayat Al-Quran tersebut.

    "Di mana ada kata saya yang menyudutkan. Saya hanya menyayangkan," kata Anies saat berkunjung ke kantor Tempo, Rabu, 12 Oktober 2016. Dalam kunjungannya, Anies datang bersama pasangannya, Sandiaga Uno.

    Menurut Anies, apa yang dikatakan Ahok bisa menyulut timbulnya perpecahan di tengah masyarakat yang plural. "Kebanyakan dari kita kadang tidak membaca teksnya. Soal baik dan buruk itu, kita bicara dampaknya. Kalau benar dan tidak benar, itu soal fakta," ucapnya.

    Baca juga:
    Ahok Irit Bicara Politik, Dilarang Megawati?
    Dukung Ahok, PPP Jawa Tengah Ancam Lengserkan Djan Faridz

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai seharusnya setiap orang, termasuk Ahok, menjaga agar masyarakat tidak tersulut amarah, terlebih karena isu SARA. “Menurut saya, pemancing (konflik) itu harus dihilangkan. Jangan sebagian menjaga, sebagian lagi menyulut kemarahan,” ujarnya.

    Sebelumnya, Anies ikut angkat bicara perihal pernyataan Ahok yang dituduh menistakan agama karena menyinggung Surat Al-Maidah 51. Pernyataan Ahok dalam sebuah acara resmi pemerintah daerah dengan merujuk pada ayat Al-Quran, menurut dia, tidak relevan dan tidak tepat. Karena itu, ia meminta Ahok tidak menyalahkan orang banyak yang merasa tersinggung, melainkan berintrospeksi diri.

    “Gunakan cara dan kata yang patut serta rasa hormat bila menyebut sesuatu yang dipandang sebagai suci oleh siapa pun. Bangsa ini bineka, maka hormatilah kebinekaan itu,” ucapnya dalam pesan tertulis, Ahad, 9 Oktober 2016.

    Isu penistaan terhadap agama yang diduga dilakukan Ahok berawal pada 30 Maret 2016. Saat itu, dalam pidatonya, Ahok mengaku sering mendapat tekanan dari sebagian orang yang berkiblat pada Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51. Adapun dalam ayat tersebut disebutkan bahwa orang Islam dilarang memilih pemimpin dari orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasrani.

    Meski pernyataan Ahok itu telah lama diberitakan di media, baru-baru ini video pernyataan Ahok tersebut kembali muncul setelah diumumkannya nama-nama calon gubernur-wakil gubernur dalam pilkada DKI 2017. Hal itu akhirnya membuat komunitas Advokat Muda Ahok-Djarot (Kotak Adja) melaporkan pemilik akun Facebook bernama Buni Yani ke Polda Metro Jaya, Jumat, 7 Oktober 2016, karena dianggap sebagai penyebar pertama kali potongan video pernyataan Ahok yang disebut menyinggung Surat Al-Maidah 51.

    Menanggapi pelaporan tersebut, Anies menganggapnya wajar apabila ada pihak yang merasa perlu menuntut secara hukum atas pernyataan itu. “Wajar ditempuh dalam sebuah negara hukum, seperti Indonesia. Kata dan perbuatan bisa memiliki konsekuensi hukum. Kita harus menghormatinya,” katanya.

    DESTRIANITA

    Baca juga:
    OTT di Kemenhub, Presiden: Pecat Pelaku Praktek Pungli
    Kopi Sianida, Jessica Menangis Saat Bacakan Pleidoi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.