Pengakuan Robbie Abbas, Ada Klien yang Akhirnya Pacaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robbie Abbas. tabloidbintang.com

    Robbie Abbas. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Robbie Abbas, mantan muncikari artis yang sempat mendekam di penjara, bercerita tentang pria-pria yang rela mengeluarkan uang puluhan juta demi bisa berkencan singkat dengan artis. Menurut Robbie, tak semuanya kliennya berasal dari pengusaha top atau pejabat, ada juga dari kalangan pengusaha kelas biasa-biasa saja.

    "Namun menyanggupi membayar puluhan juta untuk kencan dengan artis, demi fantasi dan kebanggaan. Malah pernah dulu ada yang usianya masih 29 tahun, mau bayar puluhan juta. Biasanya kalau begini, dia dari keluarga kaya," kata Robbie.

    Bahkan ada beberapa yang lebih dari sekali kencan. Artinya, tak hanya sekali mengeluarkan puluhan juta. "Ada yang akhirnya klien jadi suka beneran, terus dipacari. Kalau sudah dipacari, ya sudah, enggak bayar lagi. Seperti SB ya, misalnya, dikasihlah jam tangan mewah ratusan juta. Dikasih jatah 200 juta sebulan. Dikasih mobil. Jadi kaya raya, kan?" katanya.

    Klien-klien Robbe Abbas terbentang di daerah-daerah di Indonesia hingga ke luar negeri. Semua nama dipegang rapat olehnya. "Saya enggak akan buka, karena urusannya bahaya. Nyawa saya bisa terancam. Saya tetap simpan rapat," ujar Robbie yang September lalu selesai menjalani masa hukumannya.


    Siapa saja klien Robbie memang tak terekspos. Sedangkan nama artis yang terlibat prostitusi di bawah naungannya hingga hari ini, seperti yang kita ketahui, yang santer disebut adalah AA, TM, SB, dan CW.

    "Sebenarnya masih banyak. Tapi saya tidak mau ungkap, kenapa? Karena mereka-mereka ini masih baik sama saya. Kalaupun sudah enggak bisa ketemu dan jalan bareng saya lagi, mereka ngomong baik-baik. Jadi, saya pun menjaga nama mereka dengan baik," kata Robbie.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.