Ada Demo, Besok Umat Katolik Diimbau Tak ke Katedral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi berjaga di Gereja Katedral, Jakarta, 24 Desember 2015. Penjagaan itu dilakukan guna pengamanan saat ibadah Natal di gereja tersebut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Anggota Polisi berjaga di Gereja Katedral, Jakarta, 24 Desember 2015. Penjagaan itu dilakukan guna pengamanan saat ibadah Natal di gereja tersebut. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (DKP KAJ) mengimbau kepada pastor dan umat untuk tidak mengunjungi Gereja Katedral dan kawasan sekitar Masjid Istiqlal pada Jumat, 14 Oktober 2016, tepatnya pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

    "Jika tidak sangat penting dan mendesak, mohon para Pastor/Ibu/Bapak/Saudara/i untuk sementara tidak mengunjungi Gereja Katedral dan Kantor KAJ dan tidak menuju tempat lain di kawasan sekitar Masjid Istiqlal," kata Sekretaris DKP KAJ Felix Iwan Wijayanto di keterangan tertulisnya, Kamis, 13 Oktober 2016.

    Felix mengatakan informasi dari Mapolres Jakarta Pusat dan Mapolda Metro Jaya menyebutkan pada hari Jumat besok akan terjadi unjuk rasa dari beberapa organisasi masyarakat dalam jumlah besar. Unjuk rasa dimulai dari titik kumpul di Masjid Istiqlal sejak pukul 10.00 WIB dan akan menuju beberapa tempat antara lain Mapolda Metro Jaya.

    Pada saat itu, ujar Felix, komplek Gereja Katedral dan Kantor KAJ akan mendapat penjagaan lebih ketat dari biasanya. Penjagaan dilakukan oleh satuan pengamanan dalam maupun dengan bantuan aparat Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. "Kami mohon maaf jika kondisi ini mengurangi kenyamanan para Pastor, Ibu, Bapak, saudara, saudari," ujar dia.

    Felix mengatakan imbauan untuk tidak mengunjungi gereja dan sekitarnya merupakan permintaan FX Prayitno, Kepala sub Bagian Pelayanan Umum Kantor KAJ. Imbauan itu murni karena alasan keamanan. Namun, gereja tak menutup pintu jika ada yang berkunjung.

    Unjuk rasa yang dilakukan ormas Islam esok hari terkait dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Diperkirakan jumlah masa yang akan melakukan aksi longmarch mencapai 5.000 orang.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.