Jalan di Tempat, Polisi Akui Kasus Akseyna Sulit Diungkap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayah Akseyna Ahad Dori, Mardoto, saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Ayah Akseyna Ahad Dori, Mardoto, saat berkunjung ke kantor redaksi Tempo. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengaku kesulitan mengungkap kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori. "Ini kasus yang sulit," ucap Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di kantornya, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Awi mengatakan, sampai saat ini, penyidik belum menemukan titik terang siapa pembunuh Akseyna. Padahal, beberapa waktu lalu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Depok Komisaris Teguh Nugroho mensinyalir pembunuhnya adalah orang dekat Akseyna dan menunggu satu alat bukti lagi untuk membuktikan hipotesisnya.

    Tapi, menurut Awi, sejauh ini, petugas Polres Depok belum memberi perkembangan terakhir kepadanya, mengingat kasus ini ditangani Polres Depok. "Penyidik belum ada yang konfirmasi," ujar Awi.

    Kasus Akseyna, tutur Awi, memang pelik dan sulit diungkap. Apalagi, ucap dia, polisi kesulitan mengidentifikasi kasus ini karena sejumlah tempat kejadian perkara sudah diacak-acak sebelum diperiksa petugas.

    Lokasi itu, kata dia, di antaranya kamar kos Akseyna yang lebih dulu didatangi teman-teman kuliah. Rekan kuliah itu datang karena mencari Akseyna. Selain itu, ujar Awi, pada tubuh korban tidak ditemukan sidik jari. "Kami sudah memeriksa beberapa saksi," tuturnya.

    Mayat Akseyna pertama kali ditemukan mengambang di danau UI pada Kamis, 26 Maret lalu. Identitas mayat baru terungkap empat hari kemudian. Awalnya, polisi sempat mengatakan korban meninggal karena bunuh diri, kemudian diralat dengan menyatakan Akseyna diduga dibunuh orang terdekatnya.

    Keyakinan penyidik menganggap itu kasus bunuh diri karena seorang teman Akseyna menemukan surat wasiat di kamar kos korban. Namun belakangan, seorang grafolog meyakini surat tersebut bukan ditulis Akseyna. Diduga, surat tersebut sengaja ditulis seseorang untuk mengalihkan perhatian polisi agar polisi menyimpulkan Akseyna tewas bunuh diri.

    AVIT HIDAYAT

    Baca Juga: 
    Pungutan Liar Urus SIM, Polda Metro Curiga Ada Setoran Besar
    Hotman Paris Hadiahkan Lamborghini Demi Sayembara Jessica
    Soal Foto Ruang Tahanan,Pengacara Jessica Sebut Jaksa Bohong



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H