Direksi PT MRT Jakarta Dirombak, Ini Penjelasan Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Sophia Latjuba ikut hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Basuku Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Marunda dari program CSR PT. Greenwood dan PT. Nestle di Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara, 18 Oktober 2016. TEMPO/Larissa

    Artis Sophia Latjuba ikut hadir bersama Gubernur DKI Jakarta Basuku Tjahaja Purnama atau Ahok menghadiri peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Marunda dari program CSR PT. Greenwood dan PT. Nestle di Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara, 18 Oktober 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menandatangani surat perombakan direksi PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Perombakan ini dilakukan menjelang tahun keempat masa kerja direksi lama yang dilantik Gubernur DKI sebelumnya, Joko Widodo, pada Maret 2013.

    "Itu adalah keputusan dari komisaris sama Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Penanaman Modal (BPBUMD) mereka merasa perlu ganti yang lebih tepat karena ada persiapa-persiapan, itu saja sih kata mereka," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Menanggapi perombakan itu, Ahok enggan berkomentar banyak. Menurut dia, perombakan itu berdasarkan keputusan rapat yang diadakan oleh dewan komisaris. "Keputusannya ada di komisaris. Saya mah ikut saja," ujar dia.

    Baca: Ahok Dilaporkan Menista, Polisi Konsultasi dengan Tiga Ahli  

    William P. Sabandar ditunjuk Ahok sebagai direktur utama menggantikan Dono Boestami. Sedangkan direktur operasi dan pemeliharaan diisi Agung Wicaksono yang menggantikan Mohamad Nasyir. Saat ditanyakan soal penunjukan direksi baru, Ahok menganggap sosok pengganti Dono dinilai lebih berkompeten. "(Pilih William) karena pengalaman dia di Aceh sehabis tsunami. Karena dia dianggap oleh Pak Kuntoro mampu mengatasi banyak masalah," kata dia.

    William P. Sabandar pernah menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (P2EBT) dan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR). Saat berada di bawah Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto, William bisa menjalankan tugas dengan baik. Selama mengemban jabatan itu, Ahok menilai William tepat untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Utama PT MRT Jakarta.

    Baca: Sophia Latjuba Temani Kerja, Ahok: Sudah Dapat Izin Istri  

    "Jadi, bukan orang yang cari saya terus. Kalau semua orang mesti urusan sama saya, mau menekan orang, (saya) capek. Jadi harus ada orang yang terbiasa. Yaitu dia sih sudah melakukan waktu di Aceh," kata Ahok.

    Pelantikan direksi baru MRT digelar kemarin. Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Penanaman Modal Provinsi DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, dan jajaran direksi PT MRT Jakarta juga hadir dalam acara tersebut. Untuk jabatan Direktur Operasi dan Pemeliharaan diemvban oleh Agung Wicaksono, sementara Direktur Keuangan dan Administrasi dipegang oleh Tuhiyat.

    LARISSA HUDA

    Baca juga:
    Terima Penghargaan di Forum PBB, Risma Menangis
    Kapolda Metro Jaya Wajibkan Anggotanya Ikut Tax Amnesty

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.