Terlibat Human Trafficking, Besok Gatot Dibawa ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan kepemilikan sabu, senjata tajam, satwa langka yang juga Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti (tengah) digiring menuju ruang tahanan Polda NTB di Mataram, 10 September 2016. Gatot Brajamusti dibawa kembali ke Mataram oleh tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan penggeledahan di Jakarta. ANTARA FOTO

    Tersangka kasus dugaan kepemilikan sabu, senjata tajam, satwa langka yang juga Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti (tengah) digiring menuju ruang tahanan Polda NTB di Mataram, 10 September 2016. Gatot Brajamusti dibawa kembali ke Mataram oleh tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan penggeledahan di Jakarta. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Sub-Direktorat Reserse Mobil Kepolisian Daerah Metro Jaya akan menjemput Gatot Brajamusti dari Polda Nusa Tenggara Barat, di Mataram, Kamis besok, 20 Oktober 2016. Gatot akan diperiksa di Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus human trafficking atau perdagangan manusia.

    Saat ini, Gatot sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan narkoba dan ditahan di Polda NTB. Gatot ditangkap saat berpesta sabu di Hotel Golden Tulip, di Mataram, Lombok, seusai pemilihan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) pada 28 Agustus lalu.

    "Besok, Resmob Polda Metro Jaya pergi ke Polda NTB untuk koordinasi dan meminta Gatot diperiksa di Polda Metro Jaya atas kasus sebelumnya, dan keterlibatan Gatot dalam kasus trafficking," ujar Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, Rabu, 19 Oktober 2016.

    Baca: Hasil Tes DNA, Gatot dan Anak CT 99 Persen Identik

    Polda, kata Awi, mendapat dua laporan mengenai keterlibatan Gatot dalam kasus perdagangan manusia. Namun dia menolak menyebutkan identitas pelapor itu.

    Ketika ditanya wartawan, apakah pelapor itu Reza Artamevia dan CT, korban pemerkosaan Gatot, Awi memastikan bukan dua orang itu. "Bukan," ujarnya sambil menggelengkan kepala.

    Baca: Minta Dilindungi Jokowi, Gatot Akan Bongkar Jaringan Ini

    Polisi, Awi menambahkan, masih mendalami kasus perdagangan manusia yang diduga melibatkan Gatot. Ia belum mau berkomentar banyak terkait dengan kasus tersebut sebelum Gatot diperiksa. "Tunggu aja ya, masih didalami," kata dia.

    IHSAN RELIUBUN | RINA W.

    Baca juga:
    Orang Tua Pengeroyok Guru di Makassar Terancam Bui 7 Tahun
    Pilkada DKI, KPI Kaji Stasiun Televisi yang Tidak Independen


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.