Hari Santri, Ahok Minta Dukungan Para Santri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan saat menghadiri perayaan Hari Santri dan Deklarasi Pilgub Damai bersama Relawan Nusantara (RelaNU) dan Nahdliyin Jakarta di Jakarta, 21 Oktober 2016 malam. Perayaan Hari Santri sekaligus Deklarasi Pilgub Damai itu mengusung tema Mewujudkan Kedamaian, Perkokoh Kebhinekaan Untuk Indonesia Bermartabat. ANTARA FOTO

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan saat menghadiri perayaan Hari Santri dan Deklarasi Pilgub Damai bersama Relawan Nusantara (RelaNU) dan Nahdliyin Jakarta di Jakarta, 21 Oktober 2016 malam. Perayaan Hari Santri sekaligus Deklarasi Pilgub Damai itu mengusung tema Mewujudkan Kedamaian, Perkokoh Kebhinekaan Untuk Indonesia Bermartabat. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta dukungan para santri agar tetap amanah dalam memimpin Ibu kota. Permintaan itu disampaikan Basuki dalam peringatan Hari Santri Nasional di Wisma Antara, Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2016. “Saya butuh masukan dan dukungan, doa-doa dari Bapak-Ibu yang hadir, terutama anak yatim supaya saya tetap amanah,” kata gubernur yang memiliki sapaan akrab Ahok itu.

    Ahok menegaskan, dukungan yang ia minta itu bukan untuk pilkada DKI Jakarta, melainkan untuk sisa masa jabatannya yang akan berakhir pada Oktober 2017. "Saya masih satu tahun jabatan, pemilihan kan dimajuin," katanya.

    Peringatan Hari Santri Nasional diresmikan Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015. Tanggal itu mengacu kepada fatwa jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Fatwa ini disambut para pejuang hingga pecahnya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang belakangan dikenal sebagai Hari Pahlawan.

    Peringatan Hari Santri Nasional di Wisma Antara diprakarsai oleh Relawan Nusantara (RelaNU). Acara ini dihadiri oleh ratusan santri dan sejumlah ulama. Dalam kesempatan ini, para santri mendeklarasikan Pemilihan Gubernur Jakarta Damai. "Sebentar lagi kan mau pilih Gubernur Jakarta. Kami santri-santri Jakarta yang belum bisa milih, hanya bisa memohon supaya yang bisa ikut pilkada milih pemimpin yang benar," ujar seorang santri.

    Deklarasi damai itu disaksikan oleh Ahok dan sejumlah tokoh ulama, yakni Raih Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Ishomuddin serta Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Masdar Farid Mas'ud. Para santri meminta agar dalam pemilihan gubernur nanti tidak ada keributan dan pertengkaran yang bisa mengorbankan masa depan mereka.
     
    KURNIA RIZKI HANJANI | ANTARA | ONES


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.