Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menjelang Vonis, Ini Tujuh Fakta Meringankan Versi Jessica  

Editor

hussein abri

image-gnews
Terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadiri sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 17 Oktober 2016. Sidang tersebut dengan agenda replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap pembelaan terdakwa Jessica Kumala Wongso. TEMPO/M Iqbal Ichsan
Terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadiri sidang kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 17 Oktober 2016. Sidang tersebut dengan agenda replik atau tanggapan Jaksa Penuntut Umum terhadap pembelaan terdakwa Jessica Kumala Wongso. TEMPO/M Iqbal Ichsan
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Drama pembunuhan Wayan Mirna Salihin akan segera berakhir dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hari ini, Kamis, 27 Oktober 2016, terdakwa Jessica Kumala Wongso akan menjalani vonis yang dibacakan oleh majelis hakim.

Jessica yang sudah ditahan selama 271 hari sejak ditangkap 30 Januari 2016 lalu itu, tidak bisa menyembunyikan kesediahannya ketika membacakan pembelaan pada 12 Oktober 2016. "Kasus saya dibesar-besarkan, sehingga seluruh Indonesia dan semua orang percaya bahwa saya pembunuh. Pikiran ini membuat saya sedih dan tertekan," ujar Jessica di dapan sidang.

Tempo mencatat, pihak Jessica sebelum pembacaan vonis sudah mengeluarkan beberapa bukti yang meringankan dan bisa membebaskan Jessica.

1. Otopsi
Ketua tim kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, mengatakan sulit mengetahui penyebab pembunuhan Mirna dalam tuntutan Jaksa, karena tidak melakukan otopsi. "Karena tidak dilakukan outopsi, sebenarnya tidak bisa ditentukan kematian," kata Otto, dalam sidang pembelaan, 13 Oktober 2016 lalu. Menurut Otto, bisa saja penyebab Mirna tewas karena es cokelat yang diminum dua jam sebelum pertemuan dengan Jessica di Kafe Olivier.

2. Sidik Jari
Kejanggalan lain yang tidak terungkap selama persidangan adalah sidik jari Jessica. Menurut Otto Hasibuan, sidik jari Jessica tidak ditemukan di gelas Mirna. "Jika Jessica pernah memegang atau memindahkan gelas Mirna, tentu akan ditemukan sidik jari Jessica dalam gelas tersebut," katanya. Ia kembali sambil menambahkan, "Faktanya, sidik jari Jessica tidak pernah ada di gelas barang bukti."

3. Rekam Medis
Otto menyebut dalam pembelaan Jessica, bahwa rekam medis Mirna tidak pernah dibuka. Alasan Otto, bisa saja kematianya karena sebab lain. "Mirna diketahui mengonsumsi obat seperti yang diberitakan di media massa. Demi keadilan, latar belakang medis Wayan Mirna harus dibuka. Mungkin sebab-musabab akan terang dan jelas," kata Otto.

4. Menaruh Sianida
Kuasa hukum Jessica berpendapat tidak ada bukti klienya memasukan 5 gram sianida. Rekaman circuit closed television (CCTV) juga tak terlihat adanya tayangan Jessica mengambil sianida dari tas dan dimasukkan ke dalam gelas. "Sungguh aneh dan sangat mengada-ada kalau Jaksa sampai memastikan ada sianida dalam tas coklat Jessica dalam jumlah 5 gram pula," kata Otto.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

5. Kandungan Sianida
Otto berpendapat tidak ada kandungan sianida yang dapat membunuh Mirna di dalam tubuhnya. "Hasil pemeriksaan laboratorium forensik justru membuktikan tidak ada racun sianida di dalam tubuh korban," kata Otto.

Hasil Visum Et Repertum surat keterangan kematian dari RS Abdi Waluyo oleh Otto disebut tidak menyebutkan Mirna mati karena dibunuh Jessica. Dokter menyebut ada limposit atau tanda korosif dalam lambung Mirna. Jadi, kata Otto, korosif di lambung Mirna bukan karena sianida, tapi sudah ada penyakit sejak lama.

6. Rekaman CCTV
Otto mengatakan rekaman closed circuit television (CCTV) tidak bisa dijadikan bukti. Sebab tidak ada CCTV yang asli. "Terhapus atau dihapus atau bagaimana. Nah, jadi bagaimana dalam perkara menggunakan CCTV, aslinya tidak ada?" kata Otto.

Pengakuan jaksa penuntut umum juga alasan Otto. Karena, kata Otto, jaksa mengakui rekaman CCTV yang ditunjukkan di persidangan, telah digabung-gabungkan. "Nah kalau sudah diakui ini digabung-gabung, didukung lagi oleh keterangannya Pak Rismon Sianipar (saksi ahli IT kubu Jessica), yang membuktikan itu bahwa perkara sudah tidak bisa dipakai," ujarnya.

7. Polisi Lalai
Menurut Otto seharusnya kepolisian memeriksa korban luar dan dalam. Namun faktanya, jenazah Mirna tidak pernah diotopsi. Dokter forensik hanya mengambil sampel lambung, hati, empedu, dan sampel urine Mirna. ketentuan peratutan kepolisian, menurut Otto otopsi harus memeriksa seluruh organ tubuh organ. Termasuk otak, hingga memeriksa jantung.

EVAN /PDAT SUMBER DIOLAH TEMPO

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Polisi Ungkap Identitas Mayat dalam Koper di Bekasi, Karyawati asal Bandung

7 jam lalu

Penampakan koper yang berisikan mayat wanita ditemukan di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 25 April 2024. Foto: ANTARA/HO
Polisi Ungkap Identitas Mayat dalam Koper di Bekasi, Karyawati asal Bandung

Polda Metro Jaya mengungkap identitas mayat dalam koper yang ditemukan di semak belukar di Jalan Kalimalang, Desa Sukadanu, Cikarang Barat, Bekasi


Penemuan Mayat Wanita di Pulau Pari, Karin Dibunuh karena Minta Tambahan Biaya Kencan

8 jam lalu

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Wira Satya Triputra (kiri) saat konferensi pers kasus penemuan mayat wanita di dermaga Pulau Pari di Jakarta, Kamis, 25 April 2024. Foto: ANTARA/Ilham Kausar
Penemuan Mayat Wanita di Pulau Pari, Karin Dibunuh karena Minta Tambahan Biaya Kencan

Polisi mengungkap kasus penemuan mayat wanita di dermaga Pulau Pari, Kepualuan Seribu, Jakarta


Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

20 jam lalu

Kapolres Sukoharjo Ajun Komisaris Besar Polisi Sigit menanyai RM, tersangka pembunuhan Serlina, 22, yang jasadnya ditemukan di sebuah parit di Kabupaten Sukoharjo, Senin, 22 April 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

Para tersangka sepakat akan menjalankan rencana pembunuhan terhadap wanita itu saat malam takbiran.


Polda Metro Jaya Olah TKP Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya di Pulau Pari

1 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi pada saat Konferensi Pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin, 25 Maret 2024. Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Bea dan Cukai telah berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku kasus peredaran gelap narkotika jenis kokain cair, serbuk MDMA dan narkotika jenis sabu jaringan internasional. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Polda Metro Jaya Olah TKP Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya di Pulau Pari

Selain olah TKP pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan di Pulau Pari, polisi menyiita barang bungkus rokok hingga tisu magic.


Tante Bunuh Keponakan Berusia 7 Tahun di Tangerang, Sakit Hati Ibu Korban Tak Meminjami Uang Rp 300 Ribu

1 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Tante Bunuh Keponakan Berusia 7 Tahun di Tangerang, Sakit Hati Ibu Korban Tak Meminjami Uang Rp 300 Ribu

Seorang tante membunuh keponakan yang berusia 7 tahun di Tangerang karena sakit hati ibu korban tak meminjami uang Rp 300 ribu.


Seorang Wanita 40 Tahun di Tangerang Diduga Membunuh Ponakannya yang Berusia 7 Tahun

1 hari lalu

Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com
Seorang Wanita 40 Tahun di Tangerang Diduga Membunuh Ponakannya yang Berusia 7 Tahun

Polisi menangkap seorang wanita 40 tahun di Tangerang yang diduga membunuh ponakannya yang berusia 7 tahun.


Temuan Kerangka Manusia di Wonogiri, Polisi Tetapkan Pemilik Pekarangan sebagai Tersangka Pembunuhan

2 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Temuan Kerangka Manusia di Wonogiri, Polisi Tetapkan Pemilik Pekarangan sebagai Tersangka Pembunuhan

Polres Wonogiri, menetapkan SPY, 44 tahun, sebagai tersangka pembunuhan dalam kasus penemuan kerangka manusia di Desa Setren, Wonogiri.


Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

2 hari lalu

Agustami (27 tahun), tersangka pembunuhan wanita hamil di Kelapa Gading, meminta maaf dan berbela sungkawa atas kematian korban, Selasa, 23 April 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

Seorang wanita menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan di sebuah Kedai Anak Mami di Kelapa Gading. Hendak menggugurkan janin.


Motif Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya Ditemukan di Pulau Pari karena Korban Minta Harga Lebih

2 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi pada saat Konferensi Pers di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Senin, 25 Maret 2024. Ditresnarkoba Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Bea dan Cukai telah berhasil melakukan pengungkapan dan penangkapan terhadap pelaku kasus peredaran gelap narkotika jenis kokain cair, serbuk MDMA dan narkotika jenis sabu jaringan internasional. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Motif Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya Ditemukan di Pulau Pari karena Korban Minta Harga Lebih

Pelaku diduga membunuh korban di Pulau Pari karena sakit hati.


Pembunuhan Wanita Hamil di Kelapa Gading Terungkap, Polisi Tangkap Pacarnya yang Kabur ke Lampung

2 hari lalu

Agustami (27 tahun), tersangka pembunuhan wanita hamil di Kelapa Gading, meminta maaf dan berbela sungkawa atas kematian korban, Selasa, 23 April 2024. TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Pembunuhan Wanita Hamil di Kelapa Gading Terungkap, Polisi Tangkap Pacarnya yang Kabur ke Lampung

Tersangka pembunuhan wanita hamil 4 bulan itu dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.