Tak Ada Ahok, Balai Kota Sepi dari Aduan Masyarakat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Ahok (kiri) didampingi Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Balai kota, Jakarta, 27 Oktober 2016. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    Gubernur Ahok (kiri) didampingi Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono (kedua kiri) memberikan keterangan kepada wartawan di Balai kota, Jakarta, 27 Oktober 2016. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Kota Jakarta pagi ini tampak tidak seperti biasanya karena tidak ada satu orang pun yang mengantre di pelataran. Pendopo pun terlihat sepi. Warga Jakarta setiap pagi memenuhi n pendopo dari tangga pelataran tempat Gubernur DKI Jakarta Non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok turun dari mobil hingga pintu masuk.

    Salah satu anggota tim pengamanan dalam, Sumarna mengatakan sejak ia datang pukul 07.00 tadi, hanya beberapa orang yang datang. Namun, mereka datang tidak berlangsung lama dan kemudian kembali pulang. Mereka hanya menitipkan surat kepada posko penerimaan aduan, posko yang ada di samping pintu masuk kantor gubernur.

    Setiap pagi, biasanya Ahok selalu melayani warga Jakarta yang datang ke Balai Kota, mulai dari menyampaikan aduan hingga hanya sekedar berfoto bersama. Sumarna mengatakan, bahkan biasanya mereka sudah datang sejak pukul 06.00 pagi.

    Meskipun sedang cuti, Ahok tetap mengirimkan staf ahlinya ke Balai Kota. Natanael Oppusunggu, staf yang telah bekerja lebih dari 20 tahun mendampingi, mengatakan Ahok meminta dirinya untuk menemani Pelaksana Tugas Gubernur Soni Sumarsono.

    "Saya sudah janji sama Pak Ahok untuk menemani pelaksana tugas gubernur. Kasihan kan beliau masih baru," kata Natanael di Balai Kota, Jumat, 28 Oktober 2016.

    Natanael mengatakan Soni sebetulnya sudah datang sejak pukul 06.45 pagi tadi. Namun, kondisi Balai Kota masih kosong. Hal itu juga dibenarkan oleh Sumarna. Tak lama kemudian, Soni lalu bergerak ke Lapangan Eks IRTI Monas. Ia haris menjalani tugas pertamanya sebagai inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

    Salah satu warga Tanjung Priuk, Jakarta Utara, bernama Sem simanjuntak, 50 tahun, mengatakan sebetulnya ia tidak masalah dengan siapapun pengganti Ahok. Asalkan pengganti Ahok itu bisa membantu persoalnnya.

    Namun, Sem tidak bisa menutup rasa kekecewaannya karena tidak bisa lagi bertemu langsung dengan Ahok. "Ada kurangnya, kami enggak bisa langsung ketemu sama orangnya (yang bisa selesaikan masalah). Dulu kan Pak Ahok langsung respons. Kalau sama anak buahnya, kami harus tunggu," kata Sem.

    Meski posisi Ahok telah digantikan oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono, Sem beserta istrinya, Mariana, mau tidak mau harus menyerahkan berkasnya kepada petugas penerima surat. Ia hendak memberikan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Buat kami anggap saja Pak Soni itu Pak Ahok karena yang jalan kan tetap dia. Kita lihat nanti, jadi harus percaya," kata Sem.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.