Diserahkan ke Polsek, Gadis Cantik Ini Cengengesan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan yang mengaku bernama Nabila diantarkas sopir taksi ke Polsek Pancoranmas, Selasa, 6 Desember 2016. Polisi telah membawanya ke Dinas Sosial Kota Depok. TEMPO/Imam Hamdi

    Seorang perempuan yang mengaku bernama Nabila diantarkas sopir taksi ke Polsek Pancoranmas, Selasa, 6 Desember 2016. Polisi telah membawanya ke Dinas Sosial Kota Depok. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Depok - Seorang perempuan berusia 25 tahun yang diduga menderita gangguan jiwa diantar menggunakan taksi ke Kepolisian Sektor Pancoranmas. Perempuan muda bernama Nabila itu hanya cengengesan saat ditanya alamat tempat tinggalnya.

    Kepala Unit Tim Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Elly Padiansari mengatakan, gadis tersebut telah lebih dari 24 jam berada di Polsek Pancoranmas. Nabila diantar sopir taksi ke Polsek. Menurut sopir taksi, perempuan itu diturunkan oleh seorang pria menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja di kawasan Pesona Khayangan Depok.

    "Dia terlihat depresi dan tidak jelas diajak bicara. Tapi, bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, Cina dan Indonesia," kata Elly, Rabu, 7 Desember 2016.

    Polisi menyerahkan Nabila ke Dinas Sosial Kota Depok sebab sampai sekarang belum ada keluarga yang mengakui. "Dari pakaian, celana dan sepatu yang dia pakai cukup bagus. Hanya tidak menggunakan pakaian dalam," ujarnya.

    ADVERTISEMENT

    Lebih lanjut Elly menuturkan tubuh Nabila terlihat terawat. Namun, di bagian paha kanannya ada bekas luka bakar. "Kami masih mencoba menyelidiki rumah tinggalnya. Sebab, masih sulit bahasanya dipahami. Tapi, diajak nyanyi lagu Slank dan lagu-lagu lainnya bisa," ucapnya. "Ditanya sekolah mengaku kuliah di YAI."

    Staf Pelaksana Rehabilitas Sosial Dinas Sosial Kota Depok Andi Sopian mengatakan akan menunggu keluarga Nabila. Tapi, kalau sampai tidak ada keluarganya yang datang, rencananya Nabila akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi di Bogor. "Kami tunggu keluarganya ada yang laporan dulu hari ini," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.