Ini Indikasi Prosedur yang Dilanggar Kapal Zahro Express

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terbakar di dalam kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke, Jakarta, 1 Januari 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    Petugas gabungan mengevakuasi korban yang terbakar di dalam kapal motor Zahro Express di dermaga Muara Angke, Jakarta, 1 Januari 2016. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, A. Tonny Budiono, menjelaskan tentang perbedaan jumlah penumpang yang diizinkan dalam manifes keberangkatan Kapal Zahro Express dengan muatan sebenarnya. Kapal yang mengangut penumpang tujuan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu itu terbakar pada Minggu, 1 Januari 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.

    Informasi awal tentang terbitnya SPB (Surat Persetujuan Berlayar) yang diterima Kementerian Perhubungan menyebutkan sekitar pukul 07.00 WIB. "SPB mengizinkan 100 penumpang untuk naik ke atas kapal. Namun antara pukul 07.00 sampai 08.00 terjadi penambahan penumpang tanpa sepengetahuan dari tim kami di lapangan,” kata Tonny di kantornya di Jakarta Pusat, Minggu malam, 1 Januari 2017.

    BACA: Penumpang Tewas Kapal Zahro Express Berjumlah 23 Orang

    Tonny menjelaskan, seharusnya jika terjadi penambahan penumpang kru kapal harus mengajukan izin kembali untuk menerbitkan SPB sesuai dengan jumlah penumpang yang diangkut. “Jadi terjadi kesalahan prosedur. Ini akan kami teliti apakah kesalahan ada di anak buah saya atau di pihak pengelola kapal,” ujarnya.

    Namun Tonny belum bisa menyimpulkan terjadinya kebakaran di atas kapal disebabkan kelebihan penumpang. “Kalau kapal terbalik itu karena jumlah penumpang atau terjadi gangguan terhadap stabilitas kapal. Kejadian ini karena kebakaran,” ucap Tonny.

    Menurut Tonny, laporan dari saksi mata mengatakan bahwa terjadi percikan api di bagian mesin. Percikan api tersebut cepat memesar karena lokasinya dekat dengan tangki bahan bakar. Tonny menambahkan, kadang-kadang pengecekan tidak detil bagian mana yang ada rembesan bahan bakar.

    "Kalau terjadi rembesan otomatis akan terjadi tetesan bahan bakar dan itu bisa menyebabkan kobaran api. Nanti KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) akan meneliti percikan api dari rembesan atau apa.”

    Tonny juga mengatakan soal kelayakan kapal yang pengecekan terakhir tercatat pada 22 Desember 2016. Namun, apakah pengecekan ini menyangkut keseluruhan kondisi kapal atau sebagian, belum diketahui. "Nanti akan kami cek.”

    Kpal Motor Zahro Express terbakar di perairan Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Kementerian Perhubungan mencatat ada 184 penumpang, termasuk awak kapal. 130 orang selamat, 23 dilaporkan meninggal, dan 31 luka-luka.

    REZKI ALVIONITASARI

    Berita Terkait



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?