Sidang Penistaan Agama, Ahok Pasrahkan Nasibnya pada Hakim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blusuka ke Jalan Pepaya, RT 12/03, Lenteng Agung, Jakarat Selatan, 6 Januari 2017. TEMPO/Larissa

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok blusuka ke Jalan Pepaya, RT 12/03, Lenteng Agung, Jakarat Selatan, 6 Januari 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.COJakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah empat kali menjalani persidangan dugaan penistaan agama terhadap dirinya. Dia tampak tak ambil pusing dan menyerahkan nasibnya kepada hakim.

    "Saya serahkan nasib saya kepada hakim. Dan tentu saya berdoa semoga Tuhan memberikan keadilan untuk saya,” katanya saat sosialisasi di Jagakarsa, Jumat lalu. Dia juga telah mempercayakan proses hukum yang sedang dijalani kepada tim pengacaranya. 

    Baca: Bersaksi di Sidang Ahok, Novel Beberkan Bukti Memberatkan

    Dalam persidangan, Ahok didakwa dengan Pasal 156 dan Pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atas dugaan penistaan agama terkait dengan Surat Al-Maidah ayat 51. Ahok dianggap telah mengatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu golongan masyarakat Indonesia. Dia diancam pidana paling lama 5 tahun penjara. 

    Sidang Ahok sendiri sudah masuk agenda pemeriksaan saksi. Saksi pertama yang dihadirkan adalah dari pihak pelapor. Namun persidangan digelar tertutup. Ahok pun bisa menerima keputusan tersebut.

    "Saya kira itu sudah keputusan dari hakim. Kita enggak bisa mengganggu gugat. Maksud hakim juga baik, kalau sidangnya terbuka, banyak saksi lain yang akan mulai mengatur-atur," ujar Ahok.

    Meski persidangan berjalan tertutup, Ahok menuturkan, saksi masih bisa terbuka sehingga bisa dimintai keterangan. Begitu pun dengan Ahok. Dia mengatakan masih bisa menyampaikan apa yang ia sampaikan di persidangan. "Jadi terbuka, kok. Hakim juga mengatakan sidang terbuka, cuma tidak dibiarkan live," tuturnya. 

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.