Minggu, 25 Februari 2018

Tim Jihandak Mabes Polri Menyisir Tempat Bahan Peledak Ditemukan

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 15 Juli 2003 10:09 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Mabes Polri masih melakukan penyisiran di kediaman Yahya Cahyadi, RT 3/RW 6 nomor 12 Gg. Abdullah II Dalam, Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (12/1) siang. Penyisiran dilakukan menyusul penemuan empat bahan peledak oleh seorang pekerja yang sedang merenovasi rumah Yahya. Menurut keterangan salah seorang petugas Jihandak, bahan peledak tersebut termasuk sejenis mortir. Namun dia tidak pasti apakah empat mortir yang ukurannya berbeda itu masih aktif atau tidak. “Yang besar ukurannya sebesar 30 cm, yang kecil sekitar 20 cm,” jelasnya kepada Tempo News Room. Sementara itu di sekitar lokasi penemuan, masih dipenuhi warga yang menonton kerja tim penjinak. Menurut keterangan Marzuki, Kepala RT 03, pemilik rumah sudah menempati selama 40 tahun. Dia menduga bahan peledak itu tersimpan cukup lama. “Mungkin karena lamanya, pemilik rumah tidak ingat kalau menyimpan bahan peledak,” kata dia. Selama satu bulan terakhir ini, rumah tersebut dikosongkan karena akan direnovasi. Yahya beserta seluruh anggota keluarganya untuk sementara pindah di rumah kontrakan di RT 02/RW 06. Saat ini, pemilik rumah beserta pekerja bangunan dimintai keterangan oleh petugas Polsek Taman Sari. Ishak mandor bangunan yang menemukan mortir itu mengaku bekerja merenovasi rumah tersebut selama empat hari. Sekitar pukul 11.00 WIB, salah seorang pekerja yang membuat lubang untuk pondasi mencurigai barang yang ditemukannya sebagai granat. Ia lantas melaporkan kepada petugas RW setempat yang dilanjutkan ke petugas kepolisian. Sekitar pukul 16.30 WIB Tim Jihandak telah selesai melakukan penyisiran dan tidak menemukan bahan peledak lain di sekitar lokasi. (Suseno)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.