Video Bendera Tulisan Arab, FPl: Kami Curiga Fitnah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara FPI, Munarman (dekat bendera) mengarahkan demonstran pulang dari depan DPR, Sabtu (5/11) (REZKI A/TEMPO)

    Juru bicara FPI, Munarman (dekat bendera) mengarahkan demonstran pulang dari depan DPR, Sabtu (5/11) (REZKI A/TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta Novel Bamukmin curiga ada pihak yang sengaja ingin menyudutkan FPI dengan mengedarkan video yang menampilkan bendera Merah Putih yang diberi tulisan Arab saat aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Senin lalu.

    “Iya, kami curiga ada penyusup, provokasi untuk menghasut dan mendiskreditkan perjuangan FPI dan GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia),” kata Novel saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 Januari 2017.

    Novel berharap polisi mengusut tuntas kasus ini.  Dia juga meminta polisi mengusut kasus serupa yang terjadi terkait dengan dugaan penghinaan terhadap lambang negara ini, seperti dalam aksi “Kita Indonesia” di Bundaran HI dan saat konser Metallica beberapa waktu lalu.

    Novel bahkan mengaku memiliki bukti untuk membantu polisi. “Karena diviralkan, polisi langsung bertindak saja. Kalau mau adil, adil sekalian. Saya punya bukti ada bendera tulisan Metallica juga, Merah Putih dicoret-coret. Itu kan penghinaan bendera negara juga dong. Angkat itu,” katanya.

    Novel menegaskan, pembawa bendera dalam aksi 161 kemarin bukanlah bagian dari laskar FPI ataupun GNPF MUI. Bahkan ia mengaku dirinyalah yang mengamankan bendera itu saat aksi berlangsung. Namun bendera tersebut berbeda dengan yang viral di media sosial.

    ”Kalau itu, saya yang ngamanin. ABG (anak baru gede) yang bawa. Enggak pakai baju koko, enggak pakai kopiah, enggak paham saya. Langsung saya suruh laskar amanin itu bendera,” Novel menjelaskan.

    Saat ditanya apakah ia sempat meminta penjelasan dari ABG yang ia sebut membawa bendera itu, Novel mengaku tak sempat. Sebab, sesaat setelah mengamankan bendera itu, pertemuan perwakilan dari dalam gedung Mabes Polri selesai dan ia tidak mengetahui ke mana pemuda itu pergi.

    Ngapain dipermasalahin. Yang pasti sudah saya amankan, saya yang bertanggung jawab. Karena itu fitnah buat kami. Kami enggak mau terpecah konsentrasi oleh hal itu,” ujar Novel.

    Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pihaknya akan mengusut video yang menampilkan bendera bertulisan huruf Arab yang viral di media sosial.

    Menurut Argo, negara memiliki undang-undang yang mengatur tentang lambang dan bendera negara. “Sedang kami dalami, itu kan ada undang-undangnya tentang lambang negara, tidak boleh (ada tulisan apa pun), ada aturannya di situ,” ujarnya, Kamis, 19 Januari 2017.

    INGE KLARA SAFITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.