Cerita Rizieq Soal Palu Arit dan Seandainya Menginjak Semut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pimpinan FPI, Rizieq Syihab usai pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya, 23 Januari 2001. Ia diperiksa terkait pernyatan logo Palu-arit di uang edisi terbaru. TEMPO/Maria Fransisca

    Ekspresi pimpinan FPI, Rizieq Syihab usai pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Metro Jaya, 23 Januari 2001. Ia diperiksa terkait pernyatan logo Palu-arit di uang edisi terbaru. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab mengatakan pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya berjalan lancar. Semua pertanyaan, dari logo palu arit dalam uang rupiah versi baru sampai soal seandainya dirinya menginjak semut, disampaikan secara jelas.

    "Cukup bagus kok. Mereka bekerja dengan pertanyaan yang cukup fokus dan semua tanpa tekanan, tanpa intimidasi, tanpa paksaan, dan semua berjalan dengan lancar," kata Rizieq setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jakarta, Senin, 23 Januari 2017.

    Rizieq mengatakan, jika setiap persoalan kecil dirinya dilaporkan di mana-mana, tentu masyarakat akan mempersepsikan ada kriminalisasi terhadap ulama, tokoh, dan habib. Karena itu, lanjut Rizieq, kepolisian tidak sembarangan menerima laporan yang menimbulkan persepsi buruk di masyarakat.

    Baca: Diperiksa Soal Palu Arit, Rizieq Minta Uang Baru Ditarik

    "Saya sampaikan juga sekarang, singkat saja. Akhirnya semua kesan di masyarakat yang timbul andai kata saya menginjak semut pun niscaya semut akan digiring melaporkan saya, ini kondisi yang ada saat ini," kata Rizieq.

    Saat keluar dari ruang penyidik, Rizieq dikawal ketat oleh aparat kepolisian. Rizieq menjalani pemeriksaan mulai pukul 11.15 hingga pukul 15.00. Penyidik mengajukan sebanyak 23 pertanyaan. Rizieq diperiksa terkait dengan ceramahnya tentang gambar palu arit dalam uang rupiah baru.

    Simak: Terlibat Kasus, Rizieq : Saya Injak Semut Saja Dilaporkan

    Ceramah itu diunggah ke YouTube. Laporan dibuat atas nama Firmansyah dan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor laporan Lp/125/I/2017/PMJ/Dit.reskrimsus tertanggal 10 Januari 2017.

    Rizieq meminta pemerintah menarik seluruh uang rupiah cetakan baru yang beredar. Rizieq bersikeras bahwa dalam cetakan uang tersebut terdapat logo palu arit yang bisa diasosiasikan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

    "Kami minta untuk segera menarik uang kertas baru, dari pecahan Rp 1.000 sampai Rp 100 ribu, yang semuanya memberikan persepsi ada logo palu arit, lambang PKI, di mata uang kertas itu dari semua pertanyaan seputar ini," kata Rizieq saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin, 23 Januari 2017.

    ANTARA | EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.