Jadi Saksi Kasus Masjid, Sylviana Penuhi Panggilan Bareskrim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sylviana Murni usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, 20 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sylviana Murni usai menjalani pemeriksaan di gedung Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, 20 Januari 2017. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni, memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Masjid Al-Fauz di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin, 30 Januari 2017.

    Sylviana turun dari mobil di depan lobi Ombudsman RI sekitar pukul 09.01 WIB. Awak media yang melihatnya langsung mengerubunginya. Namun, Sylviana tak memberikan keterangan kepada media.

    Dia dikawal oleh sekitar empat orang yang berbaju batik dan berkemeja. Sylvi yang memakai baju putih dan luaran hitam langsung diapit menuju lift untuk ke lantai Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim.

    Baca: Dugaan Korupsi Masjid di Jakpus, Saefullah Ungkap ini

    Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan Sylviana dipanggil untuk menjadi saksi kasus masjid ini. Sylviana pernah menjabat Wali Kota Jakarta Pusat pada 2010. Sebelum naik ke penyidikan, polisi awalnya sudah memeriksa 20 orang.

    "Dibutuhkan pemeriksaan sekitar 20 saksi," kata Martinus melalui pesan WhatsApp. Pengusutan kasus ini bermula dari laporan yang masuk ke Bareskrim, tapi pihak Bareskrim enggan menyebutkan pelapornya.

    REZKI ALVIONITASARI

    Baca: Kasus Dana Masjid, Polisi Minta BPK Hitung Kerugian Negara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.