Dugaan Makar, Pengacara Bantah Rizieq Terlibat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, setelah memenuhi panggilan penyidik terkait logo palu-arit di uang kertas rupiah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Pemeriksaan ini diwarnai dengan aksi konvoi massa FPI. REUTERS/Darren Whiteside

    Gestur Pimpinan FPI, Rizieq Syihab, setelah memenuhi panggilan penyidik terkait logo palu-arit di uang kertas rupiah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Pemeriksaan ini diwarnai dengan aksi konvoi massa FPI. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Syihab akan diperiksa penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait dengan kasus makar yang melibatkan Sri Bintang Pamungkas. Sebelum pemeriksaan dilakukan, kuasa hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Kapitra Ampera, menyatakan Rizieq tidak terlibat dalam kasus tersebut.

    "Kalau (aksi) 212 itu rencana makar oleh Rizieq, sudah selesai republik itu. Hancur itu Jakarta kalau Rizieq komandokan," kata Kapitra di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 30 Januari 2017. Menurut dia, hal tersebut menjadi bukti bahwa Rizieq tak ada hubungannya dengan gerakan makar para tersangka.

    Baca: Ini Barang Bukti Kasus Makar yang Disita dari Sri Bintang

    Rizieq rencananya akan diperiksa penyidik Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 1 Februari 2017. Ia akan dimintai keterangan tentang pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tersangka makar.

    Meski begitu, Kapitra menuturkan hal itu tak bisa dijadikan alasan keterlibatan Rizieq dalam aksi makar. "Pertemuan itu kan banyak sekali. Kan, dia sering diundang dalam acara diskusi," ucapnya.

    Jika benar Rizieq terlibat, menurut Kapitra, seharusnya peserta aksi bela Islam 212 akan melakukan gerakan untuk menjatuhkan pemerintah atau makar. Namun nyatanya, tak ada gerakan ke arah makar. Padahal, ujar Kapitra, saat itu, Rizieq bisa dengan mudah mengarahkan massa. "Orang-orang dalam massa 212 itu hanya terpengaruh sama Rizieq," tuturnya.

    Sebelumnya, Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan sempat mengatakan para tersangka makar akan memanfaatkan aksi demonstrasi 212. Ia menyebutkan ada massa cair yang berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan beberapa pihak.

    Baca: Bela Rizieq, Forum Persaudaraan Muslim Kalimantan Dibentuk  

    Pada akhirnya, Polda Metro Jaya mencokok delapan tersangka atas dugaan makar sehari sebelum aksi 212 digelar. Dari delapan tersangka, hanya Sri Bintang Pamungkas yang ditahan.

    Hingga saat ini, pemanggilan saksi-saksi terkait dengan kasus ini masih terus dilakukan. Beberapa orang yang pernah mengikuti pertemuan dengan para tersangka makar dipanggil untuk dimintai keterangan. Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Said Iqbal, dan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya Permadi sempat diperiksa.

    Pada Rabu, 1 Februari 2017, Polda rencananya akan memeriksa tiga saksi lain, yakni Rizieq, Sekretaris Jenderal FPI Munarman, dan Ketua Umum GNPF MUI Bachtiar Natsir.

    EGI ADYATAMA



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.