Selasa, 17 September 2019

Nelayan Benarkan Ada Uang Sogok dari Agung Podomoro, tapi...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Acara sosialisasi reklamasi oleh pengembang bersama warga Muara Angke sempat ricuh karena adanya nelayan berteriak-teriak menolak reklamasi pada Selasa, 31 Januari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Acara sosialisasi reklamasi oleh pengembang bersama warga Muara Angke sempat ricuh karena adanya nelayan berteriak-teriak menolak reklamasi pada Selasa, 31 Januari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Agung Podomoro Land, melalui anak perusahaannya PT Muara Wisesa Samudera, diduga memberikan uang sogokan kepada sejumlah nelayan dan pengurus RT di Kelurahan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Uang itu disebut diberikan agar penduduk dan nelayan Muara Angke menerima proyek reklamasi Pulau G yang dibangun di perairan Muara Angke.

    Tempo mendapat kuitansi pemberian Rp 160 juta kepada ketua RT di RW 11. Pada kuitansi tersebut tertulis duit itu untuk biaya sosialisasi dan pernyataan 12 ribu masyarakat dalam mendukung reklamasi.

    Baca : Pengembang Reklamasi Bantah Sogok Nelayan Muara Angke

    Uang untuk tokoh nelayan serta ketua RT dan RW di Kelurahan Muara Angke itu disebut dibagikan oleh Podomoro di Hotel Sanno, Jakarta Utara, pada Oktober 2016. Ketua RT 03 RW 20 Muara Angke, Rahmat Hidayat membenarkan ada bagi-bagi uang di Hotel Sanno. Dia mengatakan uang dibagikan secara tunai. "Ada yang dapat Rp 20 juta, Rp 5 juta, hingga Rp 100 juta," ujarnya.

    Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Affandi mengaku diundang dalam agenda tersebut. 'Tapi saya tak tidak datang. Buat saya, tolak reklamasi harga mati," kata dia.

    Baca: Pengembang Reklamasi Diduga Sogok Nelayan Rp 100 Juta

    Menurut keterangan dari Pengurus Forum Kerukunan Nelayan Muara Angke, Diding Setiawan, setidaknya 13 orang yang mengatasnamakan nelayan mendapat uang dari Podomoro. Pengurus Nelayan Payang Muara Angke, Agus Sutardi, mengatakan orang yang menerima uang dari Podomoro bukan nelayan. "Mereka pengusaha. Kami yang nelayan," ujarnya.

    Ketua Komunitas Nelayan Tradisional, Iwan juga menuding semua orang perwakilan nelayan yang menerima uang di Hotel Sanno hanya pihak yang mengatasnamakan nelayan. "Mereka itu bukan nelayan, tapi pengusaha di luar sektor perikanan yang mengaku sebagai nelayan," kata dia.

    Agung Podomoro Land membantah soal adanya bagi-bagi uang itu. Pengembang reklamasi pulau G ini juga membantah bukti dokumen sogokan kepada nelayan serta ketua RT dan RW. "Tak ada tanggal, dari siapa, dan yang terima siapa," kata Halim Kumala, Chief Executive Officer Muara Wisesa.

    AVIT HIDAYAT | ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.