Transjakarta Bantah Busnya Digunakan untuk Demo Rumah SBY

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijaga ketat oleh puluhan polisi setelah sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi di depan rumahnya Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan pada Senin, 6 Februari 2017. (Tempo/Avit Hidayat)

    Rumah Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijaga ketat oleh puluhan polisi setelah sejumlah mahasiswa menggelar demonstrasi di depan rumahnya Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan pada Senin, 6 Februari 2017. (Tempo/Avit Hidayat)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transportasi Jakarta  atau Transjakarta membantah telah memberikan busnya digunakan mengangkut mahasiswa untuk berdemonstrasi di kediaman mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin, 6 Februari 2017.

    Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan dalam video kondisi aksi yang beredar, nampak bus berwarna biru turut mengangkut massa aksi. “Tapi, di dalam video tersebut tidak sedikit pun tertera tulisan Transjakarta di bus,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Selasa, 7 Februari 2017.

    Baca: Unjuk Rasa Geruduk Rumah SBY, Begini Penjelasan Polisi

    Budi menegaskan, Transjakarta akan memberikan sanksi tegas bila operator bus melanggar ketentuan. Apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan golongan tertentu. Namun, kata Budi, dari hasil pendataan hingga hari ini, belum ada laporan mengenai operator bus yang menyimpang.

    Budi pun mengatakan tak ada bus yang disewakan untuk mengangkut massa aksi. “Adapun bus dengan spesifikasi BRT berwarna biru dengan tulisan ‘Ayo Naik Bus’ seperti yang terlihat dalam video, dipastikan bukan bus yang disewa dari salah satu operator Transjakarta,” ujar Budi.

    Kemarin, sekitar 500 mahasiswa berdemonstrasi di dekat kediaman SBY di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka datang setelah mengikuti Jambore Mahasiswa di Cibubur. Mereka datang menggunakan 11 unit bus besar dan dua unit bus Kopaja.

    Baca juga: Rumah SBY Digeruduk, Polisi: Tak Ada Pemberitahuan Aksi

    Saat berdemonstrasi, mereka membagikan selebaran yang berisi empat sikap yang disepakati dalam jambore. Namun, baru seperempat jam aksi berjalan, polisi membubarkan aksi. Kepolisian Sektor Setiabudi yang datang ke lokasi, menyebut bahwa pembubaran aksi dilakukan karena demonstrasi tanpa pemberitahuan sebelumnya.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.