Polisi Usut Dugaan Kekerasan terhadap Jurnalis di Aksi 112

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pandam Jaya Mayor Jenderal Teddy Laksamana dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan bertemu di Mapolda Metro Jaya, 9 Februari 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Pandam Jaya Mayor Jenderal Teddy Laksamana dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan bertemu di Mapolda Metro Jaya, 9 Februari 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan mengatakan pihaknya mendengar ada insiden dalam aksi 112 di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta. Yaitu dugaan kekerasan kepada wartawan Metro TV dan Global TV.

    "Kami pikir kami akan selesaikan nanti, kami akan lakukan penyelidikan tapi secara umum situasi aksi ini kondusif," kata dia di Masjid Istiqlal, Sabtu, 11 Februari 2017.

    Iriawan berjanji polisi reserse akan menyelidiki dugaan penganiayaan itu. Iriawan mengatakan peristiwa yang menimpa wartawan dari dua media itu menjadi evaluasi bagi polisi. Dia pun meminta semua pihak menahan diri untuk melakukan kekerasan terhadap wartawan. "Kami akan evaluasi kegiatan berikutnya agar tak terjadi lagi," ujarnya kepada wartawan.

    Baca: Aksi 112, AJI Kecam Intimidasi Terhadap Jurnalis

    ADVERTISEMENT

    Menurut Iriawan, pekerjaan jurnalis dilindungi undang-undang. Saat meliput, mereka tidak boleh mendapat kekerasan. "Karena tujuannya menyiarkan berita," kata dia.

    Kasus kekerasan itu bermula saat dua jurnalis Metro TV, Desi Bo (reporter) dan Ucha Fernandes (kameramen), sedang meliput aksi 112 pukul 11.00 WIB di sekitar Masjid Istiqlal‎. Tiba-tiba kerumunan massa mengusir mereka.

    Dari keterangan yang dikumpulkan oleh AJI Jakarta, kedua jurnalis Metro TV ini saat itu mengambil gambar di depan pintu masuk Al Fatah Masjid Istiqlal di sisi timur laut, seberang Gereja Katedral. Belum sempat masuk, terdengar suara orang yang mengusir mereka.

    Lalu keduanya digiring oleh massa dan dicaci maki, di intimidasi, dan di suruh keluar dari lingkungan masjid. Ucha Fernandes dipukul perut, leher, dan kakinya. Sedangkan kepala Desi dipukuli pakai bambu dan terluka. Beruntung keduanya bisa dikeluarkan dari kerumuman massa.

    Juru kamera Global TV Dino juga diintimidasi saat meliput aksi tersebut. Dia dituduh tidak sopan saat menyebut nama pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Sihab, tanpa menyertakan sebutan 'Habib'. Massa memaksa dia untuk menambahkan kata 'Habib' saat menyebut Rizieq Shihab. Kasus lainnya, pada Jumat malam, 10 Februari 2017, mobil Kompas TV diusir oleh massa '112' dari lingkungan Masjid Istiqlal.

    REZKI ALVIONITASARI

    Baca juga:
    Rekening Dipinjam GNPF-MUI, Ustad Adnin: Dasarnya Pertemanan
    SBY Bernyanyi: Tuhan Kirimkan Aku Gubernur yang Baik Hati


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.