Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Gaji Ditahan Perusahaan, Pengemudi Go-Jek Lapor Polisi  

Ribuan pengemudi gojek berteriak sambil membawa poster saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta, 3 Oktober 2016. Mereka menuntut pencabutan kebijakan sistem performa Pt Gojek yang merugikan para pengemudi sehingga pendapatan mereka berkurang. M Iqbal Ichsan/Tempo
Ribuan pengemudi gojek berteriak sambil membawa poster saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pusat PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta, 3 Oktober 2016. Mereka menuntut pencabutan kebijakan sistem performa Pt Gojek yang merugikan para pengemudi sehingga pendapatan mereka berkurang. M Iqbal Ichsan/Tempo
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta bersama pengemudi ojek aplikasi online Go-Jek melaporkan perusahaan Go-Jek ke Kepolisian Daerah Metro Jaya atas tuduhan penggelapan uang saldo milik pengemudi yang ditahan perusahaan. "Saldo ribuan pengemudi Go-Jek ditahan perusahaan tanpa alasan," tutur pengacara publik LBH Jakarta, Oky Wiratama, kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya pada Jumat, 17 Februari 2017.

Baca Juga:
Ini Jawaban Go-Jek: Kami Suspend karena Melakukan Kecurangan
Protes Tarif, Pengemudi Go-Jek Makassar Unjuk Rasa

Oky menjelaskan, perusahaan Go-Jek diduga menggelapkan uang milik pengemudinya sejak November 2016. Nominal uang yang diduga digelapkan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta. Uang itu adalah pendapatan pengemudi yang disimpan oleh perusahaan.

Menurut Oky, pihaknya sempat mengajak perusahaan agar melakukan mediasi dengan para pengemudi yang dirugikan, tapi tak digubris. Perusahaan berdalih pengemudi tak memiliki etika baik. Perusahaan juga tak menjelaskan secara rinci alasan mengunci saldo milik pengemudinya.

Selain itu, perusahaan mengambil ponsel milik pengemudi dengan alasan aset perusahaan. Padahal selama ini, pengemudi Go-Jek membayar pembelian ponsel dengan cara mencicil. Pengemudi mengangsur dengan cara potong gaji atau potong saldo.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Asosiasi pemerhati moda transportasi aplikasi, Ketua Umum G99 Indonesia, Toisutta, menambahkan, jumlah pengemudi Go-Jek yang dirugikan mencapai 20-50 ribu orang. Uang mereka tak dibayar perusahaan dengan berbagai macam alasan. Salah satu di antaranya perusahaan menuding pengemudi Go-Jek mengganggu pengguna aplikasi.

Baca juga: Begini Cara Go-Jek Memanfaatkan Peluang

Masalah ini tidak hanya terjadi di Go-Jek, tapi juga terjadi di perusahaan lain, seperti Uber, Grab, dan lainnya," kata dia. Ia meminta agar pemerintah merespons masalah ini. Toisutta tak ingin masalah ini berlarut-larut. Karena itu, ia menggandeng LBH Jakarta untuk melapor ke polisi.

AVIT HIDAYAT

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Kejari Depok Ringkus DPO Terpidana Kasus Penggelapan Aset Tanah dan Sertifikat

7 hari lalu

Ilustrasi Ditangkap / Ditahan / Diborgol. shutterstock.com
Kejari Depok Ringkus DPO Terpidana Kasus Penggelapan Aset Tanah dan Sertifikat

Terpidana kasus penggelapan itu sangat licin dan beberapa kali berpindah-pindah lokasi setelah ditetapkan sebagai DPO.


Propam Polda Sumut Periksa 2 Saksi dalam Kasus Penggelapan Barang Bukti Sabu

14 hari lalu

Ilustrasi Sabu. TEMPO/Subekti
Propam Polda Sumut Periksa 2 Saksi dalam Kasus Penggelapan Barang Bukti Sabu

Bidang Propam Polda Sumut tengah memeriksa kasus dugaan penggelapan barang bukti sabu seberat 12 kg yang melibatkan anggota Polri.


2 Perempuan Berupaya Masuk Istana, Ingin Mengadu ke Jokowi Soal Kasus Penipuan

21 hari lalu

Presiden Joko Widodo melepas 599 atlet untuk Sea Games ke-32 Kamboja di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 2 Mei 2023. Biro Setpres
2 Perempuan Berupaya Masuk Istana, Ingin Mengadu ke Jokowi Soal Kasus Penipuan

Dua perempuan berupaya memaksa masuk ke Istana untuk bertemu Presiden Jokowi. Keduanya ingin mengadukan soal kasus penipuan.


121 Pedagang Pasar Sentiong Tangerang Laporkan Penipuan Koperasi, Kerugian Rp 2 Miliar

46 hari lalu

Ilustrasi penipuan investasi. Pexels/Kuncheek
121 Pedagang Pasar Sentiong Tangerang Laporkan Penipuan Koperasi, Kerugian Rp 2 Miliar

Sebelum melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Kota Tangerang, para pedagang telah mengirimkan somasi ke pengurus koperasi.


Kasus Serial Killer Mbah Slamet, Polisi: Korban Pasangan Laki-laki dan Perempuan

55 hari lalu

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi (tengah) memberikan penjelasan seputar persiapan pengamanan saat rangkaian acara ngunduh mantu pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Mapolresta Solo, Sabtu, 3 Desember 2022.TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Kasus Serial Killer Mbah Slamet, Polisi: Korban Pasangan Laki-laki dan Perempuan

Kepala polisi, dukun pengganda uang Mbah Slamet mengaku korban pembunuhannya merupakan pasangan laki-laki dan perempuan.


Berkas Natalia Rusli Dserahkan ke Kejaksaan, Perkara Penipuan dan Penggelapan Rp 45 Juta Segera Disidangkan

31 Maret 2023

Natalia Rusli ditampilkan saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin, 27 Maret 2023. Foto istimewa
Berkas Natalia Rusli Dserahkan ke Kejaksaan, Perkara Penipuan dan Penggelapan Rp 45 Juta Segera Disidangkan

Natalia Rusli, yang mengaku sebagai pengacara, menjanjikan bisa mencairkan uang koperasi milik korban KSP Indosurya itu.


Selebgram Ajudan Pribadi Jadi Tersangka Penipuan Mobil, 2 Kali Mangkir Pemeriksaan Polisi

15 Maret 2023

Muhammad Akbar atau Ajudan Pribadi. Foto: TikTok Ajudan Pribadi.
Selebgram Ajudan Pribadi Jadi Tersangka Penipuan Mobil, 2 Kali Mangkir Pemeriksaan Polisi

Polisi telah menetapkan selebgram Ajudan Pribadi sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan mobil. Dia dua kali mangkir dari pemeriksaan polisi.


Hermawan Sulistyo Laporkan Arya Bima di Urusan Proyek Dojo Karate di Jatinegara

10 Maret 2023

Hermawan Sulistyo. TEMPO/ Rini PWI
Hermawan Sulistyo Laporkan Arya Bima di Urusan Proyek Dojo Karate di Jatinegara

Wasekjen Pengurus Pusat Institut Karate-Do Indonesia LM Arya Bima Yudiantara dilaporkan oleh Ketua Komite Penyelamat INKAI Hermawan Sulistyo.


Korban KSP Indosurya Cemas Laporan di Bareskrim Kedaluwarsa Sebelum Jerat Henry Surya

28 Februari 2023

KSP Indosurya. facebook.com
Korban KSP Indosurya Cemas Laporan di Bareskrim Kedaluwarsa Sebelum Jerat Henry Surya

KSP Indosurya bersama kuasa hukumnya mendatangi Bareskrim Polri untuk menanyakan perkembangan kasus dugaan pencucian uang oleh Henry Surya


Henry Surya Divonis Lepas dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah KSP Indosurya

24 Januari 2023

Perwakilan dari 896 korban Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya aspirasi perihal gugatan pemulihan kerugian di Jakarta Pusat, Ahad, 18 Desember 2022. Tempo/Eka Yudha Saputra
Henry Surya Divonis Lepas dalam Kasus Penggelapan Dana Nasabah KSP Indosurya

Henry Surya divonis lepas oleh hakim PN Jakarta Barat. Hakim meminta agar Henry dilepaskan dari rumah tahanan.