Selasa, 20 Februari 2018

Dilaporkan ke Polisi Soal Penggelapan Saldo, Ini Kata Go-Jek  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 17 Februari 2017 18:24 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dilaporkan ke Polisi Soal Penggelapan Saldo, Ini Kata Go-Jek  

    Ilustrasi Gojek/ GO-JEK. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan jasa transportasi berbasis online, Go-Jek angkat bicara terkait pelaporan sejumlah pengemudi Go-Jek ke polisi atas tuduhan penggelapan uang saldo.

    Baca Juga:
    Gaji Ditahan, Pengemudi Gojek Lapor Polisi
    Protes Tarif, Pengemudi Go-Jek Makassar Unjuk Rasa

    "Kami telah mendengar, yang dapat kami sampaikan adalah Go-Jek telah memiliki SOP dan kode etik mitra yang jelas terkait pelayanan para mitra driver," tulis Managemen Go-Jek melalui siaran pers yang diterima Tempo pada Jumat, 17 Februari 2017.

    Managemen berdalih Go-Jek memutus hubungan kerja karena ingin melindungi pengguna dan para mitra pengemudinya. Perusahaan telah menerapkan standar prosedur kerja. Jika pengemudi melakukan kecurangan, perusahaan akan memutus hubungan kerja atau suspend.

    "Go-Jek melakukan suspend kepada oknum yang melakukan kecurangan demi melindungi ratusan ribu mitra driver kami yang jujur," tulis mereka. "Kami ingin memastikan adanya keadilan bagi mereka yang telah bekerja keras untuk kemajuan dan kesejahteraannya."

    Mereka mengatakan pengemudi memegang peranan penting di perusahaan. Karena itu setiap kebijakan perusahaan akan selalu dilandasi prinsip kesehjateraan mitra Go-Jek. Namun mereka tak menjelaskan secara rinci alasan mengambil atau menahan saldo milik mantan pengemudi Go-Jek. Perusahaan juga belum menjawab terkait tudingan adanya pengambilan ponsel yang sudah dibeli oleh pengendara.

    Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta bersama pengemudi aplikasi online Go-Jek melaporkan perusahaan Go-Jek ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penggelapan uang saldo milik pengemudi yang ditahan perusahaan.

    "Saldo ribuan pengemudi Go-Jek ditahan perusahaan tanpa alasan," tutur Pengacara Publik LBH Jakarta, Oky Wiratama di Mapolda Metro Jaya pada Jumat, 17 November 2017.

    Oky menjelaskan perusahaan Go-Jek diduga menggelapkan uang milik pengemudinya sejak November tahun lalu. Nominal uang yang diduga digelapkan mulai Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta. Uang itu adalah pendapatan pengemudi yang disimpan oleh perusahaan.

    Baca juga: Begini Cara Go-Jek Memanfaatkan Peluang

    Dia sempat mengajak perusahaan agar mediasi dengan para pengemudi yang dirugikan, namun tak digubris. Perusahaan berdalih pengemudi tak memiliki etika baik. Perusahaan juga tak menjelaskan secara rinci alasan mengunci saldo milik pengemudinya.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.