Sidang Gugatan Alfmart, Hakim: Alfamart Boleh Ajukan Saksi Fakta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alfamart

    Alfamart

    TEMPO.CO, Tangerang - Pengadilan Negeri Tangerang menggelar sidang perdana gugatan PT Sumber Alfaria Tbk selaku pengelola minimarket Alfamart terhadap tergugat Komisi Informasi Pusat (KIP) dan konsumen sekaligus donatur Alfamart, Mustolih Siradj, hari ini, 8 Maret 2017.

    Setelah sidang sempat alot selama satu jam, Ketua Majelis Hakim I Gede Swarsana memutuskan memperbolehkan PT Sumber Alfaria Tbk mengajukan bukti dan saksi ahli. “Penggugat boleh mengajukan dua saksi fakta dan satu saksi ahli,” ujar Swarsana, Rabu.

    Baca: Alfamart Diwajibkan Laporkan Uang Sumbangan Konsumen

    Alasannya, saksi yang dihadirkan adalah yang terbaru dan terkait dengan bantahan putusan KIP. “Jika saksi ahli tidak hadir pada hari persidangan yang ditentukan, kesempatan akan hilang,” kata Swarsana.

    Sebelum hakim memutuskan, sidang sempat berlangsung alot. Agenda pemeriksaan berkas perkara diwarnai perbedaan pendapat seputar pengajuan saksi dan bukti baru dari pihak Alfamart.

    Pihak KIP selaku tergugat I dan Mustolih selaku tergugat II menyatakan keberatan jika pihak penggugat mengajukan saksi dan ahli dalam proses persidangan pembuktian atas perkara sengketa informasi mengenai dana sumbangan konsumen Alfamart.

    “Karena ini bertolak belakang dengan azas persidangan yang cepat dan sederhana,” kata Mustolih. Menurut Mustolih, jika pihak penggugat diperbolehkan mengajukan saksi dan ahli, dirinya juga bisa mengajukan 20 orang saksi dan ahli.

    “Tapi ini tidak saya lakukan karena menghargai waktu persidangan yang terbatas,” ujar Mustolih. Dia didukung kuasa hukum KIP, Agus Wijayanto. Menurut Agus, kesempatan menyampaikan saksi ahli tidak dimanfaatkan pihak Alfamart dalam persidangan di KIP sebelumnya.

    “Kami sudah menyiapkan jawaban tertulis terkait dengan gugatan ini,” ujar Agus. Dia menegaskan 12 item putusan sidang KIP berisi informasi publik tanpa ada pengecualian. “Tidak terkait dengan bisnis perusahaan,” ucap Agus.

    Namun pihak Alfamart berkukuh tetap akan mengajukan tiga saksi ahli dan satu saksi dalam persidangan berikutnya. “Ini adalah bukti dan saksi baru,” kata kuasa hukum PT Sumber Alfaria Tbk, Andrian Indra.

    Menurut Indra, inti gugatan kliennya adalah menolak putusan KIP yang menyatakan Alfamart adalah badan publik. “KIP tidak berwenang menyidangkan masalah ini,” ujar Indra. Sidang dilanjutkan pada Senin, 13 Maret 2017, dengan agenda pembuktian.

    Baca juga: Soal Donasi Konsumen, Begini Harapan Alfamart kepada Penggugat

    KIP mewajibkan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk melaporkan penggunaan dana donasi konsumen. Dana donasi yang dimaksud ialah penghimpunan uang kembalian sebesar Rp 100-400 di setiap transaksi.

    Adapun Mustolih menilai, selama ini, Alfamart seolah menarik keuntungan semata dengan dalih sumbangan. Menurut Mustolih, raksasa retail tersebut sama sekali tidak pernah memberikan informasi penyaluran dana tersebut. Padahal, kata Mustolih, pada 2015, Alfamart diperkirakan mengelola dana sumbangan sekitar Rp 33 miliar.

    Mustolih mengatakan Alfamart sudah seharusnya memberikan informasi tersebut lantaran kewajiban sebagai perusahaan terbuka. Hal itu sesuai dengan Undang-undang KIP Pasal 1 ayat 3 Tahun 2010 tentang Standar Informasi Publik. Badan publik, ujar Mustolih, sudah seharusnya melaporkan realisasi anggaran serta jumlah dan nama-nama penerima sumbangan.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.