Pemerintah Bekasi Tanggung Biaya Pengobatan Anak tanpa Anus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi usus. 123rf.com

    Ilustrasi usus. 123rf.com

    TEMPO.COBekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menginstruksikan dinas kesehatan setempat menanggung biaya pengobatan Ramadan Dirfansah, 6 tahun, yang terlahir tanpa anus. "Sudah kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut. Pemkot Bekasi akan menanggung biayanya," kata Rahmat, Kamis, 9 Maret 2017.

    Pernyataan itu disampaikan Rahmat setelah mengunjungi Ramadan di rumahnya di Kampung Poncol RT 05 RW 24, Kampung Poncol, Kelurahan Margahayu. Putra ketiga pasangan Saidah, 36 tahun, dan Rohadirta, 38 tahun, itu harus hidup tanpa anus atau esophageal atresia. Dia menjalani perawatan dengan dana secara swadaya keluarga.

    Dalam kunjungan itu, Rahmat menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto agar memberikan perawatan secara intensif kepada bocah tersebut. "Sekarang orang tua Ramadan tidak perlu takut, soal biaya akan ditanggung pemerintah, biar lebih terkontrol dan keluarga tidak perlu repot," ujar Rahmat.

    Rohadirta sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah itu. Selama tiga tahun putranya menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. "Karena di RSUD Bekasi peralatannya belum komplet, dokter poli bedah anak belum ada. Lahir tiga hari langsung operasi bikin lubang anus di bawah perut sebelah kiri," tuturnya.

    Pria yang bekerja sebagai petugas Satpol PP Pemkot Bekasi itu mengatakan dokter sudah melakukan kolostomi atau membikin lubang buatan di bagian bawah perut untuk membuang kotoran yang ada di dalam tubuh Ramadan pada 2012.

    Setahun kemudian, putranya juga menjalani operasi pembuatan anus di RSCM. Namun hingga kini belum ada perkembangan kesehatan. Sampai usia 4 tahun, Ramadan masih mengeluarkan kotoran lewat lubang di bagian bawah perut yang dibalut kain.

    "Setiap bulan anak saya membutuhkan dua pak kain kasa. Lubang di anusnya sudah dibedah, tapi tidak bisa berfungsi karena terlambat mendapat perawatan pasca-operasi," katanya.

    "Tahun 2013 dibedah di RSCM. Tapi, karena telat beli alatnya, jadi lubang anus yang sudah dibuat malah menciut lagi. Harusnya tiga bulan setelah pembuatan lubang anus di bokong, tapi ini satu tahun kemudian baru beli karena lumayan mahal," ucap Rohadirta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.