Tingkatkan Pengguna JPO, Bekasi Bongkar Barier Jalan Ahmad Yani

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jembatan penyebrangan orang. Dok Tempo

    Ilustrasi jembatan penyebrangan orang. Dok Tempo

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi membongkar barier atau pembatas lajur di Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib lalu lintas dan penggunaan jembatan penyeberangan orang (JPO).

    "Semula ada empat lajur di Jalan Ahmad Yani, yakni lajur cepat dan lambat, sekarang hanya ada dua jalur untuk arah Pekayon dan Stadion Patriot Chandrabaga," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi Tri Adhiyanto di Bekasi, Kamis, 9 Maret 2017.

    Menurut Tri, keberadaan pembatas lajur tersebut selama ini dimanfaatkan penyeberang jalan untuk melintasi badan jalan, karena terdapat tempat "singgah". Akibatnya, tiga jembatan penyeberangan di Jalan Ahmad Yani tidak pernah digunakan pejalan kaki. Dampak lainnya adalah kendaraan yang melintas di jalan itu terhambat oleh orang yang menyeberang.

    Tri mengatakan pembongkaran pembatas jalan itu membuat pejalan kaki harus berpikir ulang untuk menyeberangi jalan dengan pertimbangan keselamatan. "Badan Jalan Ahmad Yani saat ini memiliki lebar sekitar enam meter per jalur, sehingga agak panjang kalau dilintasi penyeberang. Mereka akan menghindari badan jalan bila barier di bagian tengah lajur kita bongkar," katanya.

    Upaya pembongkaran barier lajur Jalan Ahmad Yani berlangsung sejak Februari 2016 sepanjang dua kilometer, dari Stadion Patriot Chandrabaga hingga simpang Bekasi Cyber Park (BCP). Dengan pembongkaran itu, Jalan Ahmad Yani saat ini hanya memiliki dua jalur karena lajur lambat yang semula diperuntukkan bagi pengendara motor sudah dihapus.

    "Sekarang semua kendaraan bisa mengakses di jalur tersebut, namun saya kira pengguna motor kita sudah tertib, sehingga tidak akan menyasar lajur cepat," katanya.

    Pembongkaran barier tersebut membuat alur kendaraan berjalan lancar karena sejumlah penyumbatan lalu lintas akibat penyempitan sudah dibongkar. "Jalan Ahmad Yani merupakan jalan protokol di Kota Bekasi yang harus ditata sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat," katanya.

    Pembongkaran barier juga menjadi bagian dari proyek pembuatan pedestrian Jalan Ahmad Yani yang kini baru selesai di bagian selatan. "Pengguna jalan sudah difasilitasi dengan jalur pedestrian, sehingga untuk berjalan kaki pun nyaman," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?